Prabowo di SPIEF 2025: Rusia dan China Tidak Pernah Memiliki Standar Ganda
Jum'at, 20 Juni 2025 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi saya sampaikan ini dari hati saya. Oleh karena itu, Indonesia ingin menjadi mitra yang baik dan mitra yang kuat,” ujar Prabowo.
Pada kesempatan itu, Prabowo pun menegaskan bahwa Indonesia akan konsisten berada di jalur non-blok sesuai prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. “Indonesia memilih jalur non-blok dan ingin menjadi teman bagi semua negara: “Seribu teman, masih kurang. Satu musuh sudah terlalu banyak.” Hanya melalui persahabatan dan kolaborasi, kita bisa mencapai kemakmuran,” kata Prabowo.
Sementara itu, Prabowo juga menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap warisan sejarah Rusia terutama kota bersejarah St. Petersburg. Bahkan, dia sempat mengunjungi makam para korban perang sebagai bentuk penghormatan.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Putin atas undangan ke kota bersejarah ini. Sebagai pengagum sejarah, saya menghormati warisan St. Petersburg dan baru saja mengunjungi makam korban perang,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo pun menegaskan bahwa Indonesia akan konsisten berada di jalur non-blok sesuai prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. “Indonesia memilih jalur non-blok dan ingin menjadi teman bagi semua negara: “Seribu teman, masih kurang. Satu musuh sudah terlalu banyak.” Hanya melalui persahabatan dan kolaborasi, kita bisa mencapai kemakmuran,” kata Prabowo.
Sementara itu, Prabowo juga menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap warisan sejarah Rusia terutama kota bersejarah St. Petersburg. Bahkan, dia sempat mengunjungi makam para korban perang sebagai bentuk penghormatan.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Putin atas undangan ke kota bersejarah ini. Sebagai pengagum sejarah, saya menghormati warisan St. Petersburg dan baru saja mengunjungi makam korban perang,” paparnya.
(rca)
Lihat Juga :