Kemenkes Perkuat Ketahanan Nasional lewat Pemerataan Akses Kesehatan
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:25 WIB
loading...
Peluncuran Savina 300 ID di kantor PT PHC Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, Kamis (19/6/2025). Pemerataan akses dan kemandirian industri kesehatan merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Pemerataan akses dan kemandirian industri kesehatan merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional . Adanya pemerataan akses dan kemandirian akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Untuk mencapai itu, pemerintah mendorong kerja sama multipihak agar dapat memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri. Dengan itu, ketergantungan impor alat kesehatan dapat dikurangi sekaligus mempercepat akses terhadap teknologi medis yang aman, inovatif, dan berkualitas.
Baca juga: Kolaborasi Internasional: Teknologi Permudah Akses Kesehatan di Daerah Terpencil
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut dalam sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia pada acara peluncuran Savina 300 ID. Peluncuran di kantor PT PHC Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi itu merupakan kerja sama dengan Drager Indonesia.
Drager Indonesia sebagai pelopor di bidang teknologi keselamatan dan medis meluncurkan inovasi terbarunya, Savina 300 ID yaitu ventilator buatan Indonesia. Savina 300 ID adalah ventilator berbasis turbin yang menggunakan teknologi dari Jerman.
"Hari ini kita melihat ventilator dengan teknologi Jerman yang diluncurkan Drager Indonesia. Saya optimis peluncuran ini dapat membantu perluasan akses layanan kesehatan di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa mencapai kemandirian alkes yang lebih kuat dan berkelanjutan,“ ujar Lucia, Kamis (19/6/2025).
Perkembangan industri alat kesehatan (alkes) beriringan dengan meningkatnya penyerapan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD), yang pada 2024 mencapai 48% dibandingkan 12% pada tahun 2019.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, industri alat kesehatan memegang peran vital di Indonesia. "Tidak hanya sebagai penopang ketahanan sistem kesehatan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari sektor industri mesin dan perlengkapan yang ditargetkan tumbuh rata-rata 6,7–7,7% per tahun pada periode 2025-2029," ungkapnya.
Kebutuhan alat kesehatan dalam negeri diproyeksikan terus meningkat didorong pertumbuhan penduduk, dinamika epidemiologi, serta ekspansi fasilitas layanan kesehatan. Pihaknya mengapresiasi Drager Indonesia atas komitmen dan investasi strategis yang telah dilakukan.
Managing Director Drager Indonesia Ratna Kurniawati mendukung transformasi kesehatan yang telah diluncurkan pemerintah, khususnya di pilar ketiga mengenai transformasi sistem ketahanan kesehatan.
Chairman and Shareholder of Gobel Group Rachmat Gobel menyampaikan kemandirian industri kesehatan adalah fondasi penting bagi ketahanan nasional. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil dari kemandirian ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Melalui kolaborasi strategis antara PHC Indonesia dan Drager Indonesia, kami memproduksi ventilator Savina 300 ID yang tidak hanya memenuhi standar teknologi Jerman, tetapi juga membuka akses yang lebih merata terhadap layanan kesehatan berkualitas," katanya.
Inisiatif ini mendukung transformasi industri melalui transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kapasitas SDM dalam negeri. Bagi Gobel Group, inilah bentuk kontribusi nyata untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri, sehat, serta berdaya.
Untuk mencapai itu, pemerintah mendorong kerja sama multipihak agar dapat memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri. Dengan itu, ketergantungan impor alat kesehatan dapat dikurangi sekaligus mempercepat akses terhadap teknologi medis yang aman, inovatif, dan berkualitas.
Baca juga: Kolaborasi Internasional: Teknologi Permudah Akses Kesehatan di Daerah Terpencil
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut dalam sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia pada acara peluncuran Savina 300 ID. Peluncuran di kantor PT PHC Indonesia, Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi itu merupakan kerja sama dengan Drager Indonesia.
Drager Indonesia sebagai pelopor di bidang teknologi keselamatan dan medis meluncurkan inovasi terbarunya, Savina 300 ID yaitu ventilator buatan Indonesia. Savina 300 ID adalah ventilator berbasis turbin yang menggunakan teknologi dari Jerman.
"Hari ini kita melihat ventilator dengan teknologi Jerman yang diluncurkan Drager Indonesia. Saya optimis peluncuran ini dapat membantu perluasan akses layanan kesehatan di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa mencapai kemandirian alkes yang lebih kuat dan berkelanjutan,“ ujar Lucia, Kamis (19/6/2025).
Perkembangan industri alat kesehatan (alkes) beriringan dengan meningkatnya penyerapan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD), yang pada 2024 mencapai 48% dibandingkan 12% pada tahun 2019.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, industri alat kesehatan memegang peran vital di Indonesia. "Tidak hanya sebagai penopang ketahanan sistem kesehatan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari sektor industri mesin dan perlengkapan yang ditargetkan tumbuh rata-rata 6,7–7,7% per tahun pada periode 2025-2029," ungkapnya.
Kebutuhan alat kesehatan dalam negeri diproyeksikan terus meningkat didorong pertumbuhan penduduk, dinamika epidemiologi, serta ekspansi fasilitas layanan kesehatan. Pihaknya mengapresiasi Drager Indonesia atas komitmen dan investasi strategis yang telah dilakukan.
Managing Director Drager Indonesia Ratna Kurniawati mendukung transformasi kesehatan yang telah diluncurkan pemerintah, khususnya di pilar ketiga mengenai transformasi sistem ketahanan kesehatan.
Chairman and Shareholder of Gobel Group Rachmat Gobel menyampaikan kemandirian industri kesehatan adalah fondasi penting bagi ketahanan nasional. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil dari kemandirian ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Melalui kolaborasi strategis antara PHC Indonesia dan Drager Indonesia, kami memproduksi ventilator Savina 300 ID yang tidak hanya memenuhi standar teknologi Jerman, tetapi juga membuka akses yang lebih merata terhadap layanan kesehatan berkualitas," katanya.
Inisiatif ini mendukung transformasi industri melalui transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kapasitas SDM dalam negeri. Bagi Gobel Group, inilah bentuk kontribusi nyata untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri, sehat, serta berdaya.
(jon)
Lihat Juga :