Kolaborasi Internasional: Teknologi Permudah Akses Kesehatan di Daerah Terpencil
Kamis, 15 Mei 2025 - 17:24 WIB
loading...
Kolaborasi internasional menyebut pemanfaatan teknologi permudah akses masyarakat daerah terpencil mendapatkan layanan kesehatan. Foto/istimewa
A
A
A
BANTEN - Pemanfaatan teknologi mobile health (mHealth) mampu meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil di Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil studi kolaboratif lintas negara antara reach52, Universitas Serang Raya (Unsera), National University of Singapore (NUS), dan Hong Kong Metropolitan University (HKMU).
Program yang berlangsung sejak 2023 ini melibatkan 926 kader kesehatan di daerah Serang dan Tangerang, yang dilatih menggunakan aplikasi reach52. Hasil analisis yang selesai pada awal 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi kesehatan masyarakat, akses ke layanan medis, serta keterlibatan aktif warga dalam program edukasi preventif.
Ketua LPPM Universitas Serang Raya Farid Wajdi, menyatakan program ini merupakan contoh nyata bagaimana hasil riset dan kolaborasi lintas negara dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
Baca juga: Penguatan Infrastruktur Teknologi Jadi Kunci Peningkatan Layanan Kesehatan di Indonesia
“Kami percaya bahwa riset tidak boleh berhenti di jurnal. Intervensi ini membuktikan bahwa teknologi, bila disertai pendekatan komunitas, mampu mendorong perubahan perilaku dan sistem pelayanan kesehatan dari tingkat akar rumput,” ujarnya.
Program yang berlangsung sejak 2023 ini melibatkan 926 kader kesehatan di daerah Serang dan Tangerang, yang dilatih menggunakan aplikasi reach52. Hasil analisis yang selesai pada awal 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi kesehatan masyarakat, akses ke layanan medis, serta keterlibatan aktif warga dalam program edukasi preventif.
Ketua LPPM Universitas Serang Raya Farid Wajdi, menyatakan program ini merupakan contoh nyata bagaimana hasil riset dan kolaborasi lintas negara dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
Baca juga: Penguatan Infrastruktur Teknologi Jadi Kunci Peningkatan Layanan Kesehatan di Indonesia
“Kami percaya bahwa riset tidak boleh berhenti di jurnal. Intervensi ini membuktikan bahwa teknologi, bila disertai pendekatan komunitas, mampu mendorong perubahan perilaku dan sistem pelayanan kesehatan dari tingkat akar rumput,” ujarnya.
Lihat Juga :