Tamsil Linrung Dorong Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis
Jum'at, 20 Juni 2025 - 09:30 WIB
loading...
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung meninjau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pesantren Mandiri Makassar, Unit Lau, pada Rabu (18/6/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung meninjau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren Mandiri Makassar, Unit Lau, pada Rabu (18/6/2025). Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pilar strategis pembangunan nasional berbasis daerah yang harus mendapat dukungan akselerasi dari berbagai komponen bangsa.
Dia menambahkan, program tersebut tidak hanya memastikan keadilan gizi bagi masyarakat rentan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, menggerakkan ekonomi lokal, dan memupuk semangat gotong royong untuk percepatan agenda kesejahteraan.
Baca juga: Sukseskan Program MBG, Badan Pangan Nasional Latih 30.000 SPPI di 17 Provinsi
"MBG adalah langkah nyata mendorong pembangunan daerah yang inklusif, memenuhi kebutuhan gizi rakyat sekaligus membangun fondasi sosial yang tangguh di seluruh pelosok Indonesia," ujar Tamsil.
Dalam kunjungannya, Tamsil menyaksikan langsung operasional dapur MBG, mulai dari pengolahan bahan pangan lokal hingga distribusi makanan bergizi. Ia menyoroti dampak MBG dalam pemberdayaan ekonomi daerah melalui pendekatan padat karya.
Program ini melibatkan tenaga kerja lokal, petani, dan pelaku UMKM sebagai rantai pasok, sehingga menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.
"MBG tidak hanya menyuplai nutrisi, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat. Menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan sektor riil seperti pertanian dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ini adalah katalis pembangunan ekonomi daerah yang sustainable, memperkuat kemandirian lokal," tambahnya.
Baca juga: BGN dan BP Taskin Sepakat Bangun 1.000 Dapur MBG di Daerah 3T
Tamsil mengapresiasi semangat gotong royong yang tercermin dalam implementasi MBG. Program ini, menurutnya, menggambarkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengentaskan kerentanan sosial dari akar rumput.
"MBG adalah cerminan nilai luhur bangsa, di mana kita bahu-membahu memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Saya mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo menjadikan ini prioritas nasional," tegas Tamsil, seraya menekankan pentingnya akselerasi program ini ke seluruh wilayah Indonesia sebagaimana komitmen pemerintah.
Politikus asal Sulawesi Selatan ini juga menegaskan komitmen DPD RI dalam mendorong keberhasilan program MBG di seluruh wilayah, khususnya di daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan dalam memenuhi gizi masyarakat miskin.
“Sebagai wakil daerah, saya memandang program ini sangat relevan. Tidak hanya mengurangi beban hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat basis ketahanan pangan lokal melalui dapur komunitas seperti ini,” tegasnya.
Tamsil juga menekankan pentingnya pelibatan lembaga pendidikan dan pesantren dalam pelaksanaan MBG. Karena menurutnya, lembaga keagamaan memiliki infrastruktur sosial dan kepercayaan masyarakat yang kuat.
"Pesantren bukan hanya tempat belajar agama. Ia pusat keteladanan sosial. Ketika dapur MBG hadir di pesantren, maka kita sedang mengintegrasikan keimanan dengan kerja-kerja kerakyatan. Ini penting dalam memperkuat basis kredibilitas program pemerintah" ungkapnya.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan dialog bersama pengelola dan relawan dapur. Diketahui, Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu prioritas nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menjamin akses makanan sehat dan bergizi bagi kelompok rentan, pelajar, dan masyarakat miskin secara luas.
Program ini dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.
Dia menambahkan, program tersebut tidak hanya memastikan keadilan gizi bagi masyarakat rentan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, menggerakkan ekonomi lokal, dan memupuk semangat gotong royong untuk percepatan agenda kesejahteraan.
Baca juga: Sukseskan Program MBG, Badan Pangan Nasional Latih 30.000 SPPI di 17 Provinsi
"MBG adalah langkah nyata mendorong pembangunan daerah yang inklusif, memenuhi kebutuhan gizi rakyat sekaligus membangun fondasi sosial yang tangguh di seluruh pelosok Indonesia," ujar Tamsil.
Dalam kunjungannya, Tamsil menyaksikan langsung operasional dapur MBG, mulai dari pengolahan bahan pangan lokal hingga distribusi makanan bergizi. Ia menyoroti dampak MBG dalam pemberdayaan ekonomi daerah melalui pendekatan padat karya.
Program ini melibatkan tenaga kerja lokal, petani, dan pelaku UMKM sebagai rantai pasok, sehingga menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.
"MBG tidak hanya menyuplai nutrisi, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat. Menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan sektor riil seperti pertanian dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ini adalah katalis pembangunan ekonomi daerah yang sustainable, memperkuat kemandirian lokal," tambahnya.
Baca juga: BGN dan BP Taskin Sepakat Bangun 1.000 Dapur MBG di Daerah 3T
Tamsil mengapresiasi semangat gotong royong yang tercermin dalam implementasi MBG. Program ini, menurutnya, menggambarkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengentaskan kerentanan sosial dari akar rumput.
"MBG adalah cerminan nilai luhur bangsa, di mana kita bahu-membahu memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Saya mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo menjadikan ini prioritas nasional," tegas Tamsil, seraya menekankan pentingnya akselerasi program ini ke seluruh wilayah Indonesia sebagaimana komitmen pemerintah.
Politikus asal Sulawesi Selatan ini juga menegaskan komitmen DPD RI dalam mendorong keberhasilan program MBG di seluruh wilayah, khususnya di daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan dalam memenuhi gizi masyarakat miskin.
“Sebagai wakil daerah, saya memandang program ini sangat relevan. Tidak hanya mengurangi beban hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat basis ketahanan pangan lokal melalui dapur komunitas seperti ini,” tegasnya.
Tamsil juga menekankan pentingnya pelibatan lembaga pendidikan dan pesantren dalam pelaksanaan MBG. Karena menurutnya, lembaga keagamaan memiliki infrastruktur sosial dan kepercayaan masyarakat yang kuat.
"Pesantren bukan hanya tempat belajar agama. Ia pusat keteladanan sosial. Ketika dapur MBG hadir di pesantren, maka kita sedang mengintegrasikan keimanan dengan kerja-kerja kerakyatan. Ini penting dalam memperkuat basis kredibilitas program pemerintah" ungkapnya.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan dialog bersama pengelola dan relawan dapur. Diketahui, Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu prioritas nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menjamin akses makanan sehat dan bergizi bagi kelompok rentan, pelajar, dan masyarakat miskin secara luas.
Program ini dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.
(shf)
Lihat Juga :