MH Thamrin dan Ismail Marzuki, 2 Tokoh Betawi yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Rabu, 18 Juni 2025 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Nama sebenarnya adalah Ismail, sedangkan ayahnya bernama Marzuki, sehingga nama lengkapnya menjadi Ismail bin Marzuki. Namun, kebanyakan orang memanggil nama lengkapnya Ismail Marzuki. Bahkan, di lingkungan teman-temannya dia kerap dipanggil Mail, Maing, atau Bang Maing.
Baca Juga: Google Doodle Tampilkan Sosok Ismail Marzuki di Hari Pahlawan
Bakat bermusik ditunjuk Ismail Marzuki pada usia 17 tahun. Meskipun lagunya mungkin terkesan sederhana bila didengarkan sekarang, namun di balik tiap liriknya kaya makna. Lagu pertama Ismail Marzuki bertajuk "O Sarinah". Dalam lagu tersebut sang penulis mengisahkan orang-orang yang menderita.
![MH Thamrin dan Ismail Marzuki, 2 Tokoh Betawi yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional]()
Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Foto/Dzikry Subhanie
Lagu terakhirnya ditulis pada tahun 1957 berjudul "Inikah Bahagia". Komponis Indonesia itu meninggal dunia setahun setelah lagu tersebut ditulis. Selain dua lagu tersebut, Ismail Marzuki juga telah menulis beberapa lagu populer lainnya yang masih didengungkan hingga saat ini, seperti Halo-Halo Bandung, Rayuan Pulau Kelapa, Nyiur Melambai, dan Gugur Bunga.
Ismail Marzuki dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2004 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 1961, Ismail Marzuki menerima piagam Wijayakusumah dari Presiden Soekarno atas nama Pemerintah Republik Indonesia.
Nama Ismail Marzuki juga diabadikan di salah satu pusat kebudayaan di Jakarta, yakni Taman Ismail Marzuki (TIM) yang terletak di Jalan Cikini Raya. Patung Ismail Marzuki juga berdiri gagah di bagian depan kawasan TIM.
Baca Juga: Google Doodle Tampilkan Sosok Ismail Marzuki di Hari Pahlawan
Bakat bermusik ditunjuk Ismail Marzuki pada usia 17 tahun. Meskipun lagunya mungkin terkesan sederhana bila didengarkan sekarang, namun di balik tiap liriknya kaya makna. Lagu pertama Ismail Marzuki bertajuk "O Sarinah". Dalam lagu tersebut sang penulis mengisahkan orang-orang yang menderita.

Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Foto/Dzikry Subhanie
Lagu terakhirnya ditulis pada tahun 1957 berjudul "Inikah Bahagia". Komponis Indonesia itu meninggal dunia setahun setelah lagu tersebut ditulis. Selain dua lagu tersebut, Ismail Marzuki juga telah menulis beberapa lagu populer lainnya yang masih didengungkan hingga saat ini, seperti Halo-Halo Bandung, Rayuan Pulau Kelapa, Nyiur Melambai, dan Gugur Bunga.
Ismail Marzuki dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2004 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 1961, Ismail Marzuki menerima piagam Wijayakusumah dari Presiden Soekarno atas nama Pemerintah Republik Indonesia.
Nama Ismail Marzuki juga diabadikan di salah satu pusat kebudayaan di Jakarta, yakni Taman Ismail Marzuki (TIM) yang terletak di Jalan Cikini Raya. Patung Ismail Marzuki juga berdiri gagah di bagian depan kawasan TIM.
(zik)
Lihat Juga :