MH Thamrin dan Ismail Marzuki, 2 Tokoh Betawi yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Rabu, 18 Juni 2025 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Pria lulusan Gymnasium Koning Willem III School te Batavia ini dikenal politikus di masa kolonial yang berani mengusulkan bendera Merah Putih berkibar. Hal ini tentu membuat Belanda geram dan memprotes usulan tersebut. Saat menjadi anggota Volksraad, keadaan di Hindia Belanda mengalami perubahan yang sangat penting yaitu sikap pemerintah kolonial yang keras dan bertangan besi. Inilah salah satu akibat terjadinya pemberontakan 1926 dan 1927.
Memasuki tahun 1927, langkah pergerakan nasional juga mengalami perubahan sebagai akibat didirikannya PNI dan munculnya Soekarno sebagai pemimpin utamanya.
Selain sebagai anggota Volksraad, MH Thamrin memperjuangkan kemerdekaan RI dengan jalan politik yakni membentuk suatu lembaga dalam perjuangan politik bernama Gabungan Politik Indonesia atau GAPI. Pria berkarisma yang berasal dari Partai Parindra ini kemudian mengusulkan sebuah badan konsentrasi nasional untuk memupuk rasa saling menghargai kerja sama dalam membela kepentingan rakyat Indonesia. Rapat tersebut diselenggarakan pada 19 Maret 1939 dan usulannya disetujui.
Tujuan GAPI yang digagas MH Thamrin mengusahakan kerja sama antara partai politik Indonesia untuk menjalankan aksi bersama. Sebelum Indonesia Merdeka, pada 11 Januari 1941 MH Thamrin wafat. Meski dia tidak melihat kemerdekaan Indonesia, namun hasil perjuangannya selalu dikenang. Bahkan, namanya abadi di Ibu Kota dengan menjadi sebuah nama jalan yakni Jalan MH Thamrin.
MH Thamrin meninggal dunia pada 11 Januari 1941. Dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta Pusat. Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada MH Thamrin pada tanggal 28 Juli 1960.
Sejak menjabat Gubernur Jakarta pada Februari 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung beberapa kali mengungkapkan akan memindahkan patung Pahlawan Nasional MH Thamrin ke Jalan Thamrin, Jakarta Pusat agar menghadap ke Monas yang merupakan ikon Kota Jakarta. Selain itu, pemindahan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Betawi.
"Saya dan Bang Doel untuk urusan menghormati budaya Betawi. Untuk menghormati budaya Betawi. Maka segera akan kami pindahkan simbol utama Betawi yaitu. MH Thamrin di Jalan Thamrin. Dan patungnya akan kami buat baik dan bagus menghadap ke Monas," kata Pramono di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).
Memasuki tahun 1927, langkah pergerakan nasional juga mengalami perubahan sebagai akibat didirikannya PNI dan munculnya Soekarno sebagai pemimpin utamanya.
Selain sebagai anggota Volksraad, MH Thamrin memperjuangkan kemerdekaan RI dengan jalan politik yakni membentuk suatu lembaga dalam perjuangan politik bernama Gabungan Politik Indonesia atau GAPI. Pria berkarisma yang berasal dari Partai Parindra ini kemudian mengusulkan sebuah badan konsentrasi nasional untuk memupuk rasa saling menghargai kerja sama dalam membela kepentingan rakyat Indonesia. Rapat tersebut diselenggarakan pada 19 Maret 1939 dan usulannya disetujui.
Tujuan GAPI yang digagas MH Thamrin mengusahakan kerja sama antara partai politik Indonesia untuk menjalankan aksi bersama. Sebelum Indonesia Merdeka, pada 11 Januari 1941 MH Thamrin wafat. Meski dia tidak melihat kemerdekaan Indonesia, namun hasil perjuangannya selalu dikenang. Bahkan, namanya abadi di Ibu Kota dengan menjadi sebuah nama jalan yakni Jalan MH Thamrin.
MH Thamrin meninggal dunia pada 11 Januari 1941. Dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta Pusat. Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada MH Thamrin pada tanggal 28 Juli 1960.
Sejak menjabat Gubernur Jakarta pada Februari 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung beberapa kali mengungkapkan akan memindahkan patung Pahlawan Nasional MH Thamrin ke Jalan Thamrin, Jakarta Pusat agar menghadap ke Monas yang merupakan ikon Kota Jakarta. Selain itu, pemindahan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Betawi.
"Saya dan Bang Doel untuk urusan menghormati budaya Betawi. Untuk menghormati budaya Betawi. Maka segera akan kami pindahkan simbol utama Betawi yaitu. MH Thamrin di Jalan Thamrin. Dan patungnya akan kami buat baik dan bagus menghadap ke Monas," kata Pramono di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025).
2. Ismail Marzuki
Ismail Marzuki lahir dan besar di Jakarta dari keluarga Betawi. Dia lahir di Kwitang pada 11 Mei 1914.Lihat Juga :