Sukseskan Program MBG, Badan Pangan Nasional Latih 30.000 SPPI di 17 Provinsi
Selasa, 17 Juni 2025 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika kita bicara MBG, tidak cukup hanya memastikan pangan tersedia, tetapi harus ada jaminan mutu dan keamanannya. Melalui SPPI ini, kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa kualitas pangan dimulai dari cara memilih bahan yang aman, menyimpannya dengan benar, hingga mengolahnya secara higienis,” ujar Yusra saat meninjau pelatihan di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi, Selasa (17/6/2025).
Yusra juga menambahkan konsumsi pangan lokal yang beragam harus menjadi agenda nasional. “Kekayaan pangan lokal kita sangat besar. MBG harus menjadi momentum untuk memanfaatkan potensi ini sebagai sumber gizi yang aman dan terjangkau,” tambahnya.
Baca juga: Prabowo Beri Arahan ke 30 Ribu Sarjana Unhan Penggerak MBG
Di Jawa Barat, NFA mengerahkan 23 pengajar dari Kedeputian Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan untuk memberikan pelatihan di empat titik lembaga pendidikan militer di bawah Kolat IV Cimahi, yaitu Pusdikkav, Pusdik Pengmilum, Pusdikjas, dan Pusdikpal. Total peserta yang mengikuti pelatihan di wilayah ini mencapai 2.600 siswa, didampingi oleh 75 pengajar dari pusat dan daerah.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh.
“SPPI adalah ladang strategis untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam pengelolaan pangan. Kami ingin mencetak kader-kader pembangunan yang memiliki kesadaran bahwa keamanan dan keberagaman pangan adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya.
Yusra juga menambahkan konsumsi pangan lokal yang beragam harus menjadi agenda nasional. “Kekayaan pangan lokal kita sangat besar. MBG harus menjadi momentum untuk memanfaatkan potensi ini sebagai sumber gizi yang aman dan terjangkau,” tambahnya.
Baca juga: Prabowo Beri Arahan ke 30 Ribu Sarjana Unhan Penggerak MBG
Di Jawa Barat, NFA mengerahkan 23 pengajar dari Kedeputian Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan untuk memberikan pelatihan di empat titik lembaga pendidikan militer di bawah Kolat IV Cimahi, yaitu Pusdikkav, Pusdik Pengmilum, Pusdikjas, dan Pusdikpal. Total peserta yang mengikuti pelatihan di wilayah ini mencapai 2.600 siswa, didampingi oleh 75 pengajar dari pusat dan daerah.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh.
“SPPI adalah ladang strategis untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam pengelolaan pangan. Kami ingin mencetak kader-kader pembangunan yang memiliki kesadaran bahwa keamanan dan keberagaman pangan adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya.
Lihat Juga :