Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

Senin, 16 Juni 2025 - 20:13 WIB
loading...
A A A
Nilai-nilai tersebut seharusnya terbawa pulang dan hidup dalam praktik sehari-hari. Seorang yang kembali dari haji semestinya lebih jujur dalam bekerja, lebih empatik terhadap sesama, dan lebih aktif dalam menyebarkan nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Haji yang mabrur idealnya menghadirkan perubahan sosial. Ia tidak menjadikan seseorang eksklusif, tetapi justru lebih inklusif dalam pergaulan. Ia tidak membanggakan gelar, tetapi membumikan akhlak.

Ia juga tampil sebagai pribadi yang menyejukkan dan dapat diandalkan, menjadi contoh dalam menolak segala bentuk penyimpangan dan ketidakjujuran, berperilaku adil, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari. Dengan kata lain, kemabruran adalah proses internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam struktur kehidupan sosial yang nyata.

Tak hanya itu, kemabruran juga harus menyentuh dimensi ekologis. Salah satu nilai utama dalam ihram adalah larangan menyakiti makhluk hidup, termasuk tumbuhan dan hewan. Ini bukan hanya soal ketundukan pada tata cara ibadah, tetapi bentuk pengajaran ekologis yang sangat visioner.

Dalam dunia yang sedang menghadapi krisis iklim, ajaran ini menjadi sangat relevan. Maka menjaga kemabruran juga berarti menjaga alam: mengurangi sampah, menghindari gaya hidup konsumtif, serta memilih opsi yang lebih ramah lingkungan dalam keseharian.

Seorang haji yang mabrur tak seharusnya hanya menunjukkan perubahan spiritual, tapi juga tanggung jawab ekologis. Ia menjadi pribadi yang lebih sadar bahwa bumi adalah amanah, bukan objek eksploitasi. Ia bijak dalam konsumsi, tidak mudah tergoda dengan kemewahan, dan berupaya menjaga harmoni dengan alam.

Spirit ihram, sebagai bagian dari tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), seharusnya tidak berakhir di Tanah Suci, tapi dibawa pulang ke Tanah Air sebagai panduan etika lingkungan yang berkelanjutan. Inilah wujud tazkiyah yang hidup—ketika spiritualitas tak hanya berhenti dalam hati, tetapi juga membentuk cara kita memperlakukan bumi.

Dalam kajian etika Islam, kesalehan yang utuh mencakup tiga dimensi: hablum minallah (relasi dengan Tuhan), hablum minannas (relasi dengan manusia), dan hablum minal ‘alam (relasi dengan alam). Ibadah haji melatih ketiganya secara intensif, dan kemabruran menjadi indikator keberhasilan latihan itu. Maka, tak berlebihan jika kita mengatakan bahwa seorang haji mabrur adalah figur teladan dalam spiritualitas, sosialitas, dan ekologi sekaligus.

Merawat Spirit Haji Sepanjang Hayat

Namun, menjaga kemabruran tentu bukan perkara mudah. Di tengah dunia yang penuh distraksi, godaan untuk kembali pada kebiasaan lama begitu besar. Gaya hidup konsumtif, egoisme sosial, bahkan sikap eksklusif berbasis status keagamaan bisa merusak makna haji itu sendiri. Karena itu diperlukan kesadaran yang konsisten dan ketekunan untuk merawat nilai-nilai haji dalam setiap keputusan dan perilaku sehari-hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Rekomendasi
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Berita Terkini
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Infografis
Jadwal Puncak Ibadah...
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved