Dahnil Anzar Sebut Arab Saudi Batalkan Wacana Pemangkasan Kuota Haji hingga 50 Persen
Kamis, 12 Juni 2025 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini saja masih kita, tepat 2-3 hari ini, kita masih temukan katering tidak sampai ke hotel sehingga jemaah ada yang tidak makan pagi, siang, dan malam. Yang kemudian oleh katering diganti, uang sebagai penggantinya. Tapi yang jelas ada wanprestasi yang kemudian merugikan jemaah terkait dengan ini," ujarnya.
Baca Juga: Menjajal Al Mashair Train: LRT Khusus Haji yang Hanya Beroperasi 7 Hari Dalam Setahun
Persoalan berikutnya menyangkut sistem pendataan jemaah yang kacau, yang berdampak pada kekeliruan penempatan hotel dan kamar bagi jemaah. Dahnil menekankan bahwa kekacauan ini bersumber dari buruknya pendataan sejak di Indonesia.
"Ada ketidaksinkronan big data jemaah. Nah ini sebenarnya puncak kekacauan atau tertukarnya jemaah, misalnya hotelnya tidak jelas, kemudian kamarnya tidak jelas, dan sebagainya," kata Dahnil.
Dahnil juga mengkritisi penggunaan terlalu banyak syarikah pelayanan jemaah haji. Jika sebelumnya hanya ada satu syarikah, tahun ini terdapat delapan syarikah yang justru menimbulkan kekacauan dan kompetisi yang tidak sehat.
"Kemungkinan besar kami dari Badan Penyelenggara Haji tahun depan akan memastikan tidak akan menggunakan multi syarikah, paling banyak itu dua syarikah, supaya kemudian bisa fokus dan kemudian bisa ada pembanding satu syarikah dengan syarikah yang lain. Jadi paling banyak bisa jadi dua syarikah yang akan kita pertimbangkan nanti pada musim haji di 2026," pungkas Dahnil.
Baca Juga: Menjajal Al Mashair Train: LRT Khusus Haji yang Hanya Beroperasi 7 Hari Dalam Setahun
Persoalan berikutnya menyangkut sistem pendataan jemaah yang kacau, yang berdampak pada kekeliruan penempatan hotel dan kamar bagi jemaah. Dahnil menekankan bahwa kekacauan ini bersumber dari buruknya pendataan sejak di Indonesia.
"Ada ketidaksinkronan big data jemaah. Nah ini sebenarnya puncak kekacauan atau tertukarnya jemaah, misalnya hotelnya tidak jelas, kemudian kamarnya tidak jelas, dan sebagainya," kata Dahnil.
Dahnil juga mengkritisi penggunaan terlalu banyak syarikah pelayanan jemaah haji. Jika sebelumnya hanya ada satu syarikah, tahun ini terdapat delapan syarikah yang justru menimbulkan kekacauan dan kompetisi yang tidak sehat.
"Kemungkinan besar kami dari Badan Penyelenggara Haji tahun depan akan memastikan tidak akan menggunakan multi syarikah, paling banyak itu dua syarikah, supaya kemudian bisa fokus dan kemudian bisa ada pembanding satu syarikah dengan syarikah yang lain. Jadi paling banyak bisa jadi dua syarikah yang akan kita pertimbangkan nanti pada musim haji di 2026," pungkas Dahnil.
(zik)
Lihat Juga :