Dahnil Anzar Sebut Arab Saudi Batalkan Wacana Pemangkasan Kuota Haji hingga 50 Persen
Kamis, 12 Juni 2025 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, Dahnil mengatakan bahwa Indonesia telah membentuk badan khusus untuk menangani penyelenggaraan haji. "Presiden telah membentuk manajemen baru dalam bentuk badan penyelenggara haji. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperbaiki tata kelola haji."
Dia pun memastikan bahwa Presiden Prabowo telah menugaskan kepada BP Haji untuk melakukan lobi-lobi kepada otoritas Arab Saudi agar kuota haji tidak dipotong bahkan bisa ditambah. "Yang jelas, Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Bahkan, kita berharap ke depan kuota bisa ditambah."
Menurut Dahnil, banyak jemaah terpaksa berjalan kaki dalam perjalanan dari Muzdalifah ke Mina maupun dari Arafah ke Muzdalifah akibat wanprestasi perusahaan transportasi (syarikah). Bahkan, sejumlah jemaah dilaporkan harus menunggu lama di hotel sebelum diberangkatkan ke Arafah.
"Di lapangan itu banyak sekali kami temukan wanprestasi oleh syarikah transportasi. Jadi kalau kemudian ditemukan bahwa sana banyak jemaah Indonesia yang jalan, terpaksa jalan ketika dari Muzdalifah ke Mina atau dari Arafah ke Muzdalifah, bahkan harus menunggu lama dari hotel ketika menuju ke Arafah. Ini, terkait dengan banyaknya kejadian wanprestasi syarikah transportasi ini. Jadi ini harus menjadi catatan ke depan terkait dengan transportasi,” kata Dahnil.
Masalah lainnya, kata Dahnil yang juga Sekretaris Amirul Hajj RI itu, adalah gangguan distribusi konsumsi yang disediakan oleh pihak katering. Banyak perusahaan katering dinilai tidak berkomitmen terhadap kualitas makanan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, masih ditemukan jemaah yang tidak mendapat konsumsi sama sekali, baik pagi, siang, maupun malam.
![Dahnil Anzar Sebut Arab Saudi Batalkan Wacana Pemangkasan Kuota Haji hingga 50 Persen]()
Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak saat konferensi pers di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025) malam. Foto/Binti Mufarida
Dia pun memastikan bahwa Presiden Prabowo telah menugaskan kepada BP Haji untuk melakukan lobi-lobi kepada otoritas Arab Saudi agar kuota haji tidak dipotong bahkan bisa ditambah. "Yang jelas, Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Bahkan, kita berharap ke depan kuota bisa ditambah."
Persoalan Krusial Haji 2025
Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengungkapkan sejumlah persoalan krusial dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Permasalahan itu mulai dari transportasi hingga konsumsi masalah jemaah haji.Menurut Dahnil, banyak jemaah terpaksa berjalan kaki dalam perjalanan dari Muzdalifah ke Mina maupun dari Arafah ke Muzdalifah akibat wanprestasi perusahaan transportasi (syarikah). Bahkan, sejumlah jemaah dilaporkan harus menunggu lama di hotel sebelum diberangkatkan ke Arafah.
"Di lapangan itu banyak sekali kami temukan wanprestasi oleh syarikah transportasi. Jadi kalau kemudian ditemukan bahwa sana banyak jemaah Indonesia yang jalan, terpaksa jalan ketika dari Muzdalifah ke Mina atau dari Arafah ke Muzdalifah, bahkan harus menunggu lama dari hotel ketika menuju ke Arafah. Ini, terkait dengan banyaknya kejadian wanprestasi syarikah transportasi ini. Jadi ini harus menjadi catatan ke depan terkait dengan transportasi,” kata Dahnil.
Masalah lainnya, kata Dahnil yang juga Sekretaris Amirul Hajj RI itu, adalah gangguan distribusi konsumsi yang disediakan oleh pihak katering. Banyak perusahaan katering dinilai tidak berkomitmen terhadap kualitas makanan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, masih ditemukan jemaah yang tidak mendapat konsumsi sama sekali, baik pagi, siang, maupun malam.

Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak saat konferensi pers di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025) malam. Foto/Binti Mufarida
Lihat Juga :