Pengamat: Legalisasi Kasino Bisa Selamatkan Ekonomi dan Atasi Pengangguran
Rabu, 11 Juni 2025 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Bennix menepis anggapan bahwa kasino adalah penyebab utama kerusakan moral. Ia membedakan secara jelas antara kasino fisik untuk kalangan atas, dengan judi maupun judol ilegal yang menyasar masyarakat bawah.
“Kasino adalah hiburan kalangan menengah ke atas. Mereka datang dengan sadar dan siap rugi miliaran, sebagai bentuk rekreasi. Bukan judi online yang menjebak tukang ojek dan tukang sayur demi mimpi jadi kaya,” jelas Bennix.
Bennix juga menyentil adanya kemungkinan tekanan asing dalam menggagalkan potensi kasino di Indonesia. Ia menyebut bahwa negara-negara seperti Singapura dan Malaysia sangat mungkin berinvestasi dalam bentuk kampanye antikasino di Indonesia melalui jalur LSM atau isu agama demi melindungi kepentingan ekonomi mereka.
“Saya tahu betul ada banyak LSM di Indonesia yang didanai asing untuk menggagalkan kebijakan yang bisa ganggu bisnis mereka. Termasuk bila Indonesia bangun kasino. Realitanya, mungkin ada pejabat kita yang terima suap agar tetap biarkan uang rakyat Indonesia mengalir ke luar,” bebernya.
Bennix menegaskan, negara tidak boleh terus berwacana tanpa aksi. Ketika sektor formal gagal menyerap jutaan pengangguran, dan kas negara terus terkuras, solusi seperti legalisasi kasino harus mulai dibahas secara terbuka, realistis, dan berbasis data.
“Ini bukan soal halal atau haram. Ini soal kebutuhan negara bertahan. Negara udah berdarah-darah. Kalau enggak berani ambil langkah cepat, kita akan terus jadi ATM buat Singapura, Malaysia, dan Makau. Kita ini punya budaya lomba burung, sabung ayam, karapan sapi semua itu bentuk hiburan rakyat. Sekarang saatnya negara juga punya hiburan untuk kalangan atas yang bisa hasilkan ratusan triliun,” pungkasnya.
“Kasino adalah hiburan kalangan menengah ke atas. Mereka datang dengan sadar dan siap rugi miliaran, sebagai bentuk rekreasi. Bukan judi online yang menjebak tukang ojek dan tukang sayur demi mimpi jadi kaya,” jelas Bennix.
Bennix juga menyentil adanya kemungkinan tekanan asing dalam menggagalkan potensi kasino di Indonesia. Ia menyebut bahwa negara-negara seperti Singapura dan Malaysia sangat mungkin berinvestasi dalam bentuk kampanye antikasino di Indonesia melalui jalur LSM atau isu agama demi melindungi kepentingan ekonomi mereka.
“Saya tahu betul ada banyak LSM di Indonesia yang didanai asing untuk menggagalkan kebijakan yang bisa ganggu bisnis mereka. Termasuk bila Indonesia bangun kasino. Realitanya, mungkin ada pejabat kita yang terima suap agar tetap biarkan uang rakyat Indonesia mengalir ke luar,” bebernya.
Bennix menegaskan, negara tidak boleh terus berwacana tanpa aksi. Ketika sektor formal gagal menyerap jutaan pengangguran, dan kas negara terus terkuras, solusi seperti legalisasi kasino harus mulai dibahas secara terbuka, realistis, dan berbasis data.
“Ini bukan soal halal atau haram. Ini soal kebutuhan negara bertahan. Negara udah berdarah-darah. Kalau enggak berani ambil langkah cepat, kita akan terus jadi ATM buat Singapura, Malaysia, dan Makau. Kita ini punya budaya lomba burung, sabung ayam, karapan sapi semua itu bentuk hiburan rakyat. Sekarang saatnya negara juga punya hiburan untuk kalangan atas yang bisa hasilkan ratusan triliun,” pungkasnya.
(rca)