Sarankan Percepat Reshuffle, Ray Rangkuti: Untuk Efektivitas Pemerintahan
Selasa, 10 Juni 2025 - 17:42 WIB
loading...
Kabinet Merah Putih berfoto bersama beberapa waktu lalu. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti berpendapat perombakan di Kabinet Merah Putih dilakukan untuk mempercepat efektivitas di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejak 100 hari pertama reshuffle di kabinet sudah bisa dilakukan oleh Presiden Prabowo.
“Saat ini Kabinet Merah Putih, Prabowo-Gibran sejak dilantik sudah 7 bulan lebih bekerja. Sangat cukup waktu untuk menilai kinerjanya. Sebenarnya tidak butuh waktu 6-7 bulan, sejak 100 hari pertama, seharusnya sudah ada reshufle itu beberapa Kementerian,” kata Ray dalam keterangannya, Selasa (10/6/2025).
Baca juga: Muncul Isu Prabowo Reshuffle Kabinet, Mensesneg: Belum Ada Pembahasan
Dia menilai, reshuffle itu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja Kementerian.
“Reshuffle adalah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja kementerian, " jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada reshuffle yang akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, pihaknya pihaknya masih berfokus mengatasi masalah yang harus diselesaikan pemerintahan.
“Saat ini Kabinet Merah Putih, Prabowo-Gibran sejak dilantik sudah 7 bulan lebih bekerja. Sangat cukup waktu untuk menilai kinerjanya. Sebenarnya tidak butuh waktu 6-7 bulan, sejak 100 hari pertama, seharusnya sudah ada reshufle itu beberapa Kementerian,” kata Ray dalam keterangannya, Selasa (10/6/2025).
Baca juga: Muncul Isu Prabowo Reshuffle Kabinet, Mensesneg: Belum Ada Pembahasan
Dia menilai, reshuffle itu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja Kementerian.
“Reshuffle adalah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja kementerian, " jelasnya.
Belum Ada Reshuffle
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada reshuffle yang akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, pihaknya pihaknya masih berfokus mengatasi masalah yang harus diselesaikan pemerintahan.
Lihat Juga :