PKS: Dunia Internasional Harus Desak Israel Bebaskan Greta Thunberg Cs
Selasa, 10 Juni 2025 - 15:33 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menilai dunia internasional harus mendesak Israel membebaskan para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition itu. Foto/Dok PKS
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) mengecam keras keras atas penangkapan para aktivis kemanusiaan Greta Thunberg bersama 11 rekannya oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Senin, 9 Juni 2025 dini hari. PKS menilai dunia internasional harus mendesak Israel membebaskan para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition itu.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Ia menyerukan agar dunia internasional tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas.
“Penangkapan terhadap aktivis Freedom Flotilla di perairan internasional oleh militer Israel adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dari segi hukum maupun kemanusiaan. Dunia internasional harus bersatu mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh aktivis yang ditahan,” ujar Kholid dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (10/6/2025).
Baca juga: Greta Thunberg Cs Diculik Israel, Pemerintah Didorong Turun Tangan
Menurutnya, tindakan Israel merupakan pelecehan terhadap solidaritas kemanusiaan global dan mencoreng martabat para pemimpin dunia. “Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini adalah tamparan keras bagi para pemimpin dunia, terutama dari negara-negara yang warganya turut ditahan. Jika dibiarkan, hal ini hanya akan memperkuat sikap sewenang-wenang Israel,” jelasnya.
Dia menegaskan pentingnya respons diplomatik yang cepat dan kuat dari negara-negara asal para aktivis. Dia berpendapat, pembiaran atas tindakan semena-mena Israel hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.
“Tidak ada pilihan lain selain langkah diplomatik maksimal. Indonesia dan komunitas internasional harus menunjukkan solidaritas dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Aktivis kemanusiaan bukan ancaman, mereka adalah suara nurani dunia," kata Kholid.
Baca juga: Greta Thunberg dan Aktivis Kapal Madleen Diculik Israel, Felix Siauw Ingin Pemerintah Berbuat Sesuatu
PKS menegaskan dukungannya terhadap perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina dan menyerukan solidaritas global untuk menghentikan penjajahan dan blokade terhadap Gaza. “Kami mengajak masyarakat internasional, pemimpin dunia, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat sipil untuk bersatu. Jangan biarkan suara kemanusiaan dibungkam oleh kebrutalan kekuasaan,” pungkasnya.
Sekadat diketahui, kapal “Handala” yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, sebuah koalisi internasional untuk kemerdekaan Palestina, dicegat secara paksa oleh militer Israel saat berada di perairan internasional dalam pelayaran menuju Gaza.
Kapal ini membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, termasuk obat-obatan, susu formula bayi, tepung, alat medis, popok, kruk, serta perangkat prostetik untuk anak-anak.
Terdapat 12 aktivis dan seorang jurnalis di atas kapal tersebut, antara lain:
• Greta Thunberg (aktivis iklim, Swedia)
• Rima Hassan (anggota Parlemen Eropa, Prancis–Palestina)
• Omar Faiad (jurnalis Al-Jazeera, Prancis)
• Yasemin Acar (Jerman)
• Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, Reva Viard (Prancis)
• Thiago Avila (Brasil)
• Suayb Ordu (Turki)
• Sergio Toribio (Spanyol)
• Marco van Rennes (Belanda)
Israel menyatakan bahwa para aktivis akan dideportasi, dan bahwa bantuan kemanusiaan yang mereka bawa akan disalurkan melalui jalur resmi. Namun, organisasi penyelenggara menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum laut internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Ia menyerukan agar dunia internasional tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas.
“Penangkapan terhadap aktivis Freedom Flotilla di perairan internasional oleh militer Israel adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dari segi hukum maupun kemanusiaan. Dunia internasional harus bersatu mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh aktivis yang ditahan,” ujar Kholid dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (10/6/2025).
Baca juga: Greta Thunberg Cs Diculik Israel, Pemerintah Didorong Turun Tangan
Menurutnya, tindakan Israel merupakan pelecehan terhadap solidaritas kemanusiaan global dan mencoreng martabat para pemimpin dunia. “Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini adalah tamparan keras bagi para pemimpin dunia, terutama dari negara-negara yang warganya turut ditahan. Jika dibiarkan, hal ini hanya akan memperkuat sikap sewenang-wenang Israel,” jelasnya.
Dia menegaskan pentingnya respons diplomatik yang cepat dan kuat dari negara-negara asal para aktivis. Dia berpendapat, pembiaran atas tindakan semena-mena Israel hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.
“Tidak ada pilihan lain selain langkah diplomatik maksimal. Indonesia dan komunitas internasional harus menunjukkan solidaritas dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Aktivis kemanusiaan bukan ancaman, mereka adalah suara nurani dunia," kata Kholid.
Baca juga: Greta Thunberg dan Aktivis Kapal Madleen Diculik Israel, Felix Siauw Ingin Pemerintah Berbuat Sesuatu
PKS menegaskan dukungannya terhadap perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina dan menyerukan solidaritas global untuk menghentikan penjajahan dan blokade terhadap Gaza. “Kami mengajak masyarakat internasional, pemimpin dunia, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat sipil untuk bersatu. Jangan biarkan suara kemanusiaan dibungkam oleh kebrutalan kekuasaan,” pungkasnya.
Sekadat diketahui, kapal “Handala” yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, sebuah koalisi internasional untuk kemerdekaan Palestina, dicegat secara paksa oleh militer Israel saat berada di perairan internasional dalam pelayaran menuju Gaza.
Kapal ini membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, termasuk obat-obatan, susu formula bayi, tepung, alat medis, popok, kruk, serta perangkat prostetik untuk anak-anak.
Terdapat 12 aktivis dan seorang jurnalis di atas kapal tersebut, antara lain:
• Greta Thunberg (aktivis iklim, Swedia)
• Rima Hassan (anggota Parlemen Eropa, Prancis–Palestina)
• Omar Faiad (jurnalis Al-Jazeera, Prancis)
• Yasemin Acar (Jerman)
• Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, Reva Viard (Prancis)
• Thiago Avila (Brasil)
• Suayb Ordu (Turki)
• Sergio Toribio (Spanyol)
• Marco van Rennes (Belanda)
Israel menyatakan bahwa para aktivis akan dideportasi, dan bahwa bantuan kemanusiaan yang mereka bawa akan disalurkan melalui jalur resmi. Namun, organisasi penyelenggara menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum laut internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
(rca)
Lihat Juga :