Dicecar Kontroversi Good Looking, Menag Ajak Komisi VIII Tonton Rekaman
Selasa, 08 September 2020 - 14:23 WIB
loading...
Menteri Agama Fachrul Razi dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (8/9/2020). Foto: SINDOnews/Abdul Rochim
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengingatkan Menteri Agama Fachrul Razi agar pernyataan-pernyataannya mengenai radikalisme tidak justru menimbulkan kesan bahwa pemerintah seperti Islamophobia atau ada ketakutan terhadap Islam.
Pernyataan Ace Hasan tersebut disampaikan menyikapi pernyataan kontroversial Razi yang menyebutkan bahwa penyebaran radikalisme dilakukan mereka bertampang menarik atau good looking, menguasai bahasa Arab, hafal Alquran atau hafiz.
"Jadi orang yang memiliki pemahaman agama, bahkan dia hafiz, misalnya, tetapi itu bukan berarti ajaran islamnya tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil alamin. Ini harus ditegaskan sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah ini seperti islamphobia, itu yang harus dihindari," kata Ace Hasan saat rapat kerja dengan Razi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).
(Baca: Komisi VIII DPR Tersinggung karena Pernyataan Good Looking Menag)
Pernyataan tersebut, kata Ace Hasan, menimbulkan tafsir bahwa pemerintah ini seperti anti terhadap semangat yang ingin dibangun dari Islam rahmatan lil alamin. "Coba kalau disampaikan, misalnya cerita tentang bagaimana Abdurahman bin Mulzam juga seorang hafidz, tapi itu kan bagian dari sejarah yang harus kita kubur, dan kita katakan bahwa pemahaman agama kita bisa salah dan bisa disalahkan. Kalau itu dijelaskan secara lebih komprehensif, tidak menimbulkan penafsiran di berbagai pisak, saya kira persoalannya akan clear," kata politikus Partai Golkar ini.
Pernyataan Ace Hasan tersebut disampaikan menyikapi pernyataan kontroversial Razi yang menyebutkan bahwa penyebaran radikalisme dilakukan mereka bertampang menarik atau good looking, menguasai bahasa Arab, hafal Alquran atau hafiz.
"Jadi orang yang memiliki pemahaman agama, bahkan dia hafiz, misalnya, tetapi itu bukan berarti ajaran islamnya tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil alamin. Ini harus ditegaskan sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah ini seperti islamphobia, itu yang harus dihindari," kata Ace Hasan saat rapat kerja dengan Razi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).
(Baca: Komisi VIII DPR Tersinggung karena Pernyataan Good Looking Menag)
Pernyataan tersebut, kata Ace Hasan, menimbulkan tafsir bahwa pemerintah ini seperti anti terhadap semangat yang ingin dibangun dari Islam rahmatan lil alamin. "Coba kalau disampaikan, misalnya cerita tentang bagaimana Abdurahman bin Mulzam juga seorang hafidz, tapi itu kan bagian dari sejarah yang harus kita kubur, dan kita katakan bahwa pemahaman agama kita bisa salah dan bisa disalahkan. Kalau itu dijelaskan secara lebih komprehensif, tidak menimbulkan penafsiran di berbagai pisak, saya kira persoalannya akan clear," kata politikus Partai Golkar ini.
Lihat Juga :