Pejabat Harus Majukan Desa, Wamendes: Kalau Nggak Maju, Saya Lapor Presiden Boleh Direshuffle
Kamis, 05 Juni 2025 - 12:55 WIB
loading...
Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menyatakan bakal membuat aturan seluruh pejabat publik yang berasal dari desa wajib memajukan desa. Foto: Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ( Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria melontarkan guyonan bakal membuat aturan seluruh pejabat publik yang berasal dari desa wajib memajukan desa. Bila tidak, dia akan usulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mereshuffle pejabat tersebut.
Hal itu diungkapkan Riza saat berpidato dalam peluncuran Posbankum Desa/Kelurahan, Portal Informasi Bankum, Pelatihan Paralegal, Juru Damai bagi Kepala Desa di Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2025).
Awalnya dia menyinggung sebagian penduduk kota berasal dari desa. Perpindahan penduduk desa ke kota karena hendak belajar, bekerja, dan melanjutkan hidup yang baik.
Baca juga: Wamendes Riza Patria Dorong Pemuda Kembangkan Usaha dari Desa
"Nanti kalau udah sakit-sakit, udah stroke, dan seterusnya, udah susah jalan, baru bikin wasiat. Nanti kalau Bapak sudah waktunya dipanggil Allah SWT, jangan lupa dikuburkan di desa. Jadi desa diingat ketika sudah mau meninggal, Pak Ketua," ujar Riza.
Atas dasar itu, dia mengingatkan agar jangan lupakan desa. Dia mengajak seluruh pihak untuk belajar, bekerja, dan memberikan kontribusi positif untuk desa. Bahkan, dia berkelakar akan membuat aturan sanksi bila ada yang tak memberikan kontribusi untuk desa.
"Nanti saya bikin peraturan. Kalau tidak memberikan kontribusi pada desa, jangan dikubur di desa. Kuburnya di kota. Nanti kena gusur kuburannya. Harus begitu, kalau tidak begitu desa tidak ada yang mengurus," katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga berkelakar bakal membuat aturan untuk seluruh pejabat yang berasal dari desa untuk berkontribusi ke desa. Bahkan, dia bakal mengusulkan reshuffle pada Presiden Prabowo bila ada pejabat yang tak memajukan desa.
"Kalau desanya nggak maju, saya tinggal lapor Bapak Presiden. Pak, Menteri Anu, Ketua Anu, Badan ini, Pak, nggak ngurus desa. Boleh direshuffle, Pak," ujar Riza seraya disambut tawa peserta yang hadir.
"Jadi, Eselon 3, 2, 1 harus peduli desa, kembali ke desa. Mulai dari kombes, kolonel, sampai bintang 4 harus ngurus desa. Kalau nggak begitu, Pak Ketua, nggak ada yang ngurus desa," ucapnya.
Hal itu diungkapkan Riza saat berpidato dalam peluncuran Posbankum Desa/Kelurahan, Portal Informasi Bankum, Pelatihan Paralegal, Juru Damai bagi Kepala Desa di Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2025).
Awalnya dia menyinggung sebagian penduduk kota berasal dari desa. Perpindahan penduduk desa ke kota karena hendak belajar, bekerja, dan melanjutkan hidup yang baik.
Baca juga: Wamendes Riza Patria Dorong Pemuda Kembangkan Usaha dari Desa
"Nanti kalau udah sakit-sakit, udah stroke, dan seterusnya, udah susah jalan, baru bikin wasiat. Nanti kalau Bapak sudah waktunya dipanggil Allah SWT, jangan lupa dikuburkan di desa. Jadi desa diingat ketika sudah mau meninggal, Pak Ketua," ujar Riza.
Atas dasar itu, dia mengingatkan agar jangan lupakan desa. Dia mengajak seluruh pihak untuk belajar, bekerja, dan memberikan kontribusi positif untuk desa. Bahkan, dia berkelakar akan membuat aturan sanksi bila ada yang tak memberikan kontribusi untuk desa.
"Nanti saya bikin peraturan. Kalau tidak memberikan kontribusi pada desa, jangan dikubur di desa. Kuburnya di kota. Nanti kena gusur kuburannya. Harus begitu, kalau tidak begitu desa tidak ada yang mengurus," katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga berkelakar bakal membuat aturan untuk seluruh pejabat yang berasal dari desa untuk berkontribusi ke desa. Bahkan, dia bakal mengusulkan reshuffle pada Presiden Prabowo bila ada pejabat yang tak memajukan desa.
"Kalau desanya nggak maju, saya tinggal lapor Bapak Presiden. Pak, Menteri Anu, Ketua Anu, Badan ini, Pak, nggak ngurus desa. Boleh direshuffle, Pak," ujar Riza seraya disambut tawa peserta yang hadir.
"Jadi, Eselon 3, 2, 1 harus peduli desa, kembali ke desa. Mulai dari kombes, kolonel, sampai bintang 4 harus ngurus desa. Kalau nggak begitu, Pak Ketua, nggak ada yang ngurus desa," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :