Profil Marsda TNI Minggit Tribowo, Penerbang Tempur yang Kini Menjabat Pangkoopsudnas
Jum'at, 30 Mei 2025 - 06:48 WIB
loading...
Marsda TNI Minggit Tribowo mengembang amanah baru sebagai Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) dalam mutasi Pati TNI pada 27 Mei 2025. Foto/Dok.TNI
A
A
A
JAKARTA - Marsekal Muda (Marsda) TNI Minggit Tribowo mengembang amanah baru sebagai Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas). Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 yang ditandatangani pada 27 Mei 2025.
Jabatan baru Minggit Tribowo ini diputuskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam mutasi dan rotasi sebanyak 117 perwira tinggi (Pati) di TNI.
Baca juga: Mutasi TNI, Marsda Minggit Tribowo Diangkat Jadi Pangkoopsudnas
Minggit Tribowo bakal menggantikan Marsekal Madya (Marsdya) Tedi Rizalihadi yang dipercaya menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau).
Dengan jabatan baru ini, maka Minggit akan mendapat kenaikan pangkat dengan menyandang pangkat Marsekal Madya (Marsdya) TNI. Hal ini karena jabatan yang dipegangnya merupakan jabatan bintang tiga
Sebelum menjadi Pangkoopsudnas, Marsda TNI Minggit Tribowo sebelumnya dipercaya menjadi Asisten Operasi Kasau (Asops Kasau) pada 2023 hingga 2025.
Dia juga pernah mengemban jabatan sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Danseskoau) pada 2022.
Baca juga: 117 Pati TNI Dimutasi Akhir Mei 2025, Mayjen Edwin Adrian Jadi Danpaspampres, Brigjen Yudha Jadi Dankoopssus
Sebelumnya, Minggit Tribowo menjabat sebagai Pangkoopsud II yang bertanggung jawab terhadap kedaulatan udara Indonesia bagian tengah meliputi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan.
Perjalanan karier militer pria kelahiran Kelaten, Jawa Tengah, 9 Maret 1969 dimulai sejak lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1991.
Dia mengawali kariernya sebagai penerbang tempur OV-10F Bronco di Skadron Udara 1 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur selama 13 tahun.
Pemilik callsign “Snapper” ini kenyang dengan pengalamannya mengawaki pesawat tempur Hawk buatan British Aerospace (BAE), Inggris.
Terbukti, Minggit merupakan penerbang tempur yang pernah meraih 1.000 jam terbang dengan pesawat Hawk 100/200 tersebut.
Pesawat Hawk 200 merupakan pesawat tempur canggih dan modern yang pernah memperkuat alutsista TNI AU. Pesawat ini didesain untuk melaksanakan misi "air to ground attack" atau penyerangan ke darat.
Pesawat ini juga mampu melesat 1,2 kali kecepatan suara, atau setara 1.470 kilometer per jam dengan membawa berbagai persenjataan.
Pesawat tempur yang memiliki panjang 11,35 meter, tinggi 3,98 meter, dan lebar 9,94 meter ini dilengkapi dengan radar radar multi-mode Northrop Grumman APG-66H. Adapun persenjataan yang dibopong pesawat ini adalah rudal udara ke udara, senapan mesin, peluncur roket, dan bom seberat 1.000lb.
Selama pengabdiannya di militer, Minggit pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di antaranya, Komandan Flight Pendidikan 'C' (Danflight Dik 'C') di Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto.
Saat berpangkat Letnan Kolonel Pnb, Minggit dipercaya sebagai Komandan Skadron (Danskadron) Udara 1 Lanud Supadio.
Minggit kemudian diangkat menjadi Komandan Wing Pendidikan Terbang (Danwingdik Terbang) Lanud Adisutjipto, Komandan Wing (Danwing) Udara 3 Tempur Lanud Iswahjudi.
Jabatan tersebut diembannya ketika berpangkat Kolonel Pnb. Minggit kemudian mendapat promosi jabatan perwira tinggi (pati) Marsekal Pertama (Marsma) TNI sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Supadio di Kalimantan Barat dan Staf Khusus KSAU.
Kariernya terus menanjak, Minggit kembali mendapat kenaikan pangkat menjadi Marsekal Muda (Marsda) TNI dengan menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II yang kemudian berganti nama menjadi Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II.
Berkat prestasi dan dedikasinya, Minggit meraih sejumlah penghargaan di antaranya, Brevet Driver TNI AU, Brevet Wing Penerbang TNI AU, Brevet Para TNI AU, Brevet Komando Pasgat TNI AU.
Jabatan baru Minggit Tribowo ini diputuskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam mutasi dan rotasi sebanyak 117 perwira tinggi (Pati) di TNI.
Baca juga: Mutasi TNI, Marsda Minggit Tribowo Diangkat Jadi Pangkoopsudnas
Minggit Tribowo bakal menggantikan Marsekal Madya (Marsdya) Tedi Rizalihadi yang dipercaya menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau).
Dengan jabatan baru ini, maka Minggit akan mendapat kenaikan pangkat dengan menyandang pangkat Marsekal Madya (Marsdya) TNI. Hal ini karena jabatan yang dipegangnya merupakan jabatan bintang tiga
Profil Marsda Minggit Tribowo
Sebelum menjadi Pangkoopsudnas, Marsda TNI Minggit Tribowo sebelumnya dipercaya menjadi Asisten Operasi Kasau (Asops Kasau) pada 2023 hingga 2025.
Dia juga pernah mengemban jabatan sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Danseskoau) pada 2022.
Baca juga: 117 Pati TNI Dimutasi Akhir Mei 2025, Mayjen Edwin Adrian Jadi Danpaspampres, Brigjen Yudha Jadi Dankoopssus
Sebelumnya, Minggit Tribowo menjabat sebagai Pangkoopsud II yang bertanggung jawab terhadap kedaulatan udara Indonesia bagian tengah meliputi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan.
Perjalanan karier militer pria kelahiran Kelaten, Jawa Tengah, 9 Maret 1969 dimulai sejak lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1991.
Dia mengawali kariernya sebagai penerbang tempur OV-10F Bronco di Skadron Udara 1 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur selama 13 tahun.
Pemilik callsign “Snapper” ini kenyang dengan pengalamannya mengawaki pesawat tempur Hawk buatan British Aerospace (BAE), Inggris.
Terbukti, Minggit merupakan penerbang tempur yang pernah meraih 1.000 jam terbang dengan pesawat Hawk 100/200 tersebut.
Pesawat Hawk 200 merupakan pesawat tempur canggih dan modern yang pernah memperkuat alutsista TNI AU. Pesawat ini didesain untuk melaksanakan misi "air to ground attack" atau penyerangan ke darat.
Pesawat ini juga mampu melesat 1,2 kali kecepatan suara, atau setara 1.470 kilometer per jam dengan membawa berbagai persenjataan.
Pesawat tempur yang memiliki panjang 11,35 meter, tinggi 3,98 meter, dan lebar 9,94 meter ini dilengkapi dengan radar radar multi-mode Northrop Grumman APG-66H. Adapun persenjataan yang dibopong pesawat ini adalah rudal udara ke udara, senapan mesin, peluncur roket, dan bom seberat 1.000lb.
Selama pengabdiannya di militer, Minggit pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di antaranya, Komandan Flight Pendidikan 'C' (Danflight Dik 'C') di Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto.
Saat berpangkat Letnan Kolonel Pnb, Minggit dipercaya sebagai Komandan Skadron (Danskadron) Udara 1 Lanud Supadio.
Minggit kemudian diangkat menjadi Komandan Wing Pendidikan Terbang (Danwingdik Terbang) Lanud Adisutjipto, Komandan Wing (Danwing) Udara 3 Tempur Lanud Iswahjudi.
Jabatan tersebut diembannya ketika berpangkat Kolonel Pnb. Minggit kemudian mendapat promosi jabatan perwira tinggi (pati) Marsekal Pertama (Marsma) TNI sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Supadio di Kalimantan Barat dan Staf Khusus KSAU.
Kariernya terus menanjak, Minggit kembali mendapat kenaikan pangkat menjadi Marsekal Muda (Marsda) TNI dengan menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II yang kemudian berganti nama menjadi Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II.
Berkat prestasi dan dedikasinya, Minggit meraih sejumlah penghargaan di antaranya, Brevet Driver TNI AU, Brevet Wing Penerbang TNI AU, Brevet Para TNI AU, Brevet Komando Pasgat TNI AU.
(shf)
Lihat Juga :