Koperasi Desa Merah Putih Solusi Indonesia Atasi Ketidakpastian Ekonomi Nasional dan Global?
Selasa, 27 Mei 2025 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Ini tantangan besar yang harus dihadapi dan pemerintah hendaknya berpegang teguh akan prinsip koperasi awal yang ingin dibangun, dan tidak terjebak menggunakan koperasi malahan menjadi agen terdepan pemerintah di perdesaan sehingga semangat dan asas koperasi menjadi hilang. S
alah satu yang bisa menghilangkan semangat tersebut adalah pasal 67 Ayat F Undang-undang Nomor 27 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah mewajibkan kepala daerah dan wakil daerah melaksanakan program strategis nasional, sehingga baru-baru ini mendagri Tito Karnavian mewanti-wanti-wanti seluruh kepala daerah mendukung program Koperasi Desa Merah Putih, sebab mereka yang membangkang akan dikenakan teguran tertulis dan terancam hingga pemberhentian tetap, di mana tidak perlu mekanisme DPRD , cukup dengan pemeriksaan inspektorat, ujarnya baru-baru ini.
Kembali ke konsep koperasi yang dicetuskan oleh Bung Hatta, yaitu Koperasi adalah suatu usaha individu-individu yang tidak berdaya berkumpul untuk melakukan usaha untuk memperbaiki kepentingan hidup. Keseimbangan di dalam konsep koperasi Bung Hatta dan peraturan daerah di atas hendaknya tetap dijaga agar semangat dan konsep luhur koperasi tidak luruh karena keinginan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak kalah pentingnya.
Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu Identitas Prabowo dan Pemerintahannya
Bagi Giddens (1991) identitas terbentuk oleh kemampuan untuk melanggenggkan narasi tentang diri, sehingga membentuk suatu perasaan terus-menerus tentang kontinuitas biografis. Cerita mengenai identitas berusaha menjawab sejumlah pertanyaan kritis. Individu atau agen berusaha mengkonstruksi suatu narasi identitas koheren di mana siri membentuk suatu lintasan perkembangan dari masa lalu sampai masa depan yang dapat diperkirakan (Giddens, 1991:75). Jadi, identitas diri bukanlah sifat distingtif, atau bahkan kumpulan sifat-sifat, yang dimiliki oleh individu. Identitas diri ialah bagaimana yang dipahami secara refleksif oleh orang dalam konteks biografinya (Giddens, 1991:53).
Pemerintahan Prabowo mengambil angle perspektif untuk identitas pemerintahannya sebagai pemerintahan yang menyambut dan mendukung perekonomian akar bawah melalui koperasi-koperasi di desa-desa. Berbeda dengan Jokowi yang membuat proyek tol laut, jalan-jalan tol dan banyak airport dan pelabuhan, Prabowo mendekatkan proyek nasionalnya melalui pembangunan koperasi dengan konsep-konsep di atas.
Pemerintahan ini mencoba membentuk suatu lintasan perkembangan dari masa lalu sampai masa depan yang dapat diprediksi dan tidak bersifat distingtif atau terpisah. Dia tidak serta merta memisahkan konsep program-program yang sering mereka sampaikan namun mencoba merajut dengan keadaan masa depan dari sudut pandang yang lain.
Eksperimen Koperasi Desa Merah Putih
Di tengah ketidakpastian, roda perekonomian harus berputar dan akan terus berputar. Seberapa cepat perputarannya tergantung dari struktur dan agen-agen yang menjalankan roda perekonomian tersebut. Kita sudah lama terlena dengan deal-deal dan investasi-investasi besar, walaupun mungkin ada keuntungan, sedikit yang bisa langsung dirasakan rakyat. Terlalu banyak terbuang atau termakan di tengah jalan akibat rentenir, makelar kasus, kick back dan lain sebagainya.
Prabowo mencoba bereksperimen memotong semua rantai itu, memindahkan modal ke desa, memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya untuk bisa berdaya.
Apakah bisa ? Pertanyaannya bukan bisa atau tidak. Pertanyaan dasar apakah negara konsisten dan mau negara melakukan hal itu . Apakah ada jalan lain? Setelah berpuluh tahun perekonomian kita terus berada di lingkaran itu-itu saja, mungkin saatnya kita membuka lingkaran lain: Perekonomian Perdesaan melalui Koperasi.
Jika kita mengingat jalan panjang kemerdekaan Indonesia, kemerdekaan seperti hal mustahil yang dapat terwujud. Tetapi akhirnya kemerdekaan itu dapat terwujud — dengan penuh perjuangan, cacat dalam catatan sejarah, tetapi kita tetap memiliki negara dan bangsa sendiri, dengan perjuangan sendiri, berbeda dengan negara-negara lain.
Apakah program ini akan berhasil ? Eksperimen ini tentu akan ada kegagalan, namun bagaimana meminimalkannya. Dalam sistem manajemen, perbaikan terus menerus dalam suatu program manajemen harus terus dilakukan. Kesempurnaan dalam suatu program eksperimen adalah mustahil. Seorang wirausahawan sering harus melakukan eksperimen, kita berharap, eksperimen ini bisa terbuka akan kritik, perbaikan yang terus menerus dan bukan hangat-hangat tahi ayam. Semoga.
alah satu yang bisa menghilangkan semangat tersebut adalah pasal 67 Ayat F Undang-undang Nomor 27 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah mewajibkan kepala daerah dan wakil daerah melaksanakan program strategis nasional, sehingga baru-baru ini mendagri Tito Karnavian mewanti-wanti-wanti seluruh kepala daerah mendukung program Koperasi Desa Merah Putih, sebab mereka yang membangkang akan dikenakan teguran tertulis dan terancam hingga pemberhentian tetap, di mana tidak perlu mekanisme DPRD , cukup dengan pemeriksaan inspektorat, ujarnya baru-baru ini.
Kembali ke konsep koperasi yang dicetuskan oleh Bung Hatta, yaitu Koperasi adalah suatu usaha individu-individu yang tidak berdaya berkumpul untuk melakukan usaha untuk memperbaiki kepentingan hidup. Keseimbangan di dalam konsep koperasi Bung Hatta dan peraturan daerah di atas hendaknya tetap dijaga agar semangat dan konsep luhur koperasi tidak luruh karena keinginan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak kalah pentingnya.
Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu Identitas Prabowo dan Pemerintahannya
Bagi Giddens (1991) identitas terbentuk oleh kemampuan untuk melanggenggkan narasi tentang diri, sehingga membentuk suatu perasaan terus-menerus tentang kontinuitas biografis. Cerita mengenai identitas berusaha menjawab sejumlah pertanyaan kritis. Individu atau agen berusaha mengkonstruksi suatu narasi identitas koheren di mana siri membentuk suatu lintasan perkembangan dari masa lalu sampai masa depan yang dapat diperkirakan (Giddens, 1991:75). Jadi, identitas diri bukanlah sifat distingtif, atau bahkan kumpulan sifat-sifat, yang dimiliki oleh individu. Identitas diri ialah bagaimana yang dipahami secara refleksif oleh orang dalam konteks biografinya (Giddens, 1991:53).
Pemerintahan Prabowo mengambil angle perspektif untuk identitas pemerintahannya sebagai pemerintahan yang menyambut dan mendukung perekonomian akar bawah melalui koperasi-koperasi di desa-desa. Berbeda dengan Jokowi yang membuat proyek tol laut, jalan-jalan tol dan banyak airport dan pelabuhan, Prabowo mendekatkan proyek nasionalnya melalui pembangunan koperasi dengan konsep-konsep di atas.
Pemerintahan ini mencoba membentuk suatu lintasan perkembangan dari masa lalu sampai masa depan yang dapat diprediksi dan tidak bersifat distingtif atau terpisah. Dia tidak serta merta memisahkan konsep program-program yang sering mereka sampaikan namun mencoba merajut dengan keadaan masa depan dari sudut pandang yang lain.
Eksperimen Koperasi Desa Merah Putih
Di tengah ketidakpastian, roda perekonomian harus berputar dan akan terus berputar. Seberapa cepat perputarannya tergantung dari struktur dan agen-agen yang menjalankan roda perekonomian tersebut. Kita sudah lama terlena dengan deal-deal dan investasi-investasi besar, walaupun mungkin ada keuntungan, sedikit yang bisa langsung dirasakan rakyat. Terlalu banyak terbuang atau termakan di tengah jalan akibat rentenir, makelar kasus, kick back dan lain sebagainya.
Prabowo mencoba bereksperimen memotong semua rantai itu, memindahkan modal ke desa, memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya untuk bisa berdaya.
Apakah bisa ? Pertanyaannya bukan bisa atau tidak. Pertanyaan dasar apakah negara konsisten dan mau negara melakukan hal itu . Apakah ada jalan lain? Setelah berpuluh tahun perekonomian kita terus berada di lingkaran itu-itu saja, mungkin saatnya kita membuka lingkaran lain: Perekonomian Perdesaan melalui Koperasi.
Jika kita mengingat jalan panjang kemerdekaan Indonesia, kemerdekaan seperti hal mustahil yang dapat terwujud. Tetapi akhirnya kemerdekaan itu dapat terwujud — dengan penuh perjuangan, cacat dalam catatan sejarah, tetapi kita tetap memiliki negara dan bangsa sendiri, dengan perjuangan sendiri, berbeda dengan negara-negara lain.
Apakah program ini akan berhasil ? Eksperimen ini tentu akan ada kegagalan, namun bagaimana meminimalkannya. Dalam sistem manajemen, perbaikan terus menerus dalam suatu program manajemen harus terus dilakukan. Kesempurnaan dalam suatu program eksperimen adalah mustahil. Seorang wirausahawan sering harus melakukan eksperimen, kita berharap, eksperimen ini bisa terbuka akan kritik, perbaikan yang terus menerus dan bukan hangat-hangat tahi ayam. Semoga.
(cip)
Lihat Juga :