Pembangunan Daerah Perlu Otda yang Lebih Luas

Senin, 26 Mei 2025 - 21:39 WIB
loading...
Pembangunan Daerah Perlu...
Diskusi membahas pembangunan yang harus menempatkan daerah dan desa sebagai bagian utama strategi pembangunan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pembangunan daerah memerlukan otonomi daerah (Otda) yang lebih luas. Kesuksesan pembangunan pada intinya harus menempatkan daerah dan desa sebagai bagian utama strategi pembangunan. Demikian kesimpulan focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan GREAT Institute. Kesimpulan itu dibacakan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Senin (26/5/2025) siang.

Dia menambahkan, partisipasi pemerintahan daerah yang tinggi dapat menyukseskan program inti Prabowo Subianto seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, Koperasi Merah Putih, dan makan bergizi gratis.

Baca juga: Desentralisasi Indonesia: Divergen atau Konvergen?

"Sebaliknya, pembangunan yang bersifat sentralistik, seperti di era sebelumnya, khususnya melalui kendali dominan atas anggaran pembangunan, dapat membuat pembangunan tidak tepat sasaran," ujarnya.



Acara tersebut dihadiri para pakar otonomi daerah Dr. Arief Adillah (Politeknik Pengayoman Indonesia), Dr. Tito Sulistio (OJK), Dr. Endang Yuniastuti (Kemenaker), Riza Falepi (eks Walikota Payakumbuh), Siswanto (wakil ketua DPRD Blora), Dr. Ratri Istania (STIA LAN), Adhamsky Pangeran (Ikatan Ahli Perencanaan), Jilal Mardhani (NGO), Korneles Galanjinjinay (eks Ketum GMKI), Dr. Hefrizal Handra (Wakil Rektor Universitas Andalas) dan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi.

Acara dengan tema "Mendorong Pemerataan Lewat Disain Ulang Hubungan Pusat-Daerah di Era Efisensi Anggaran" itu dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Bima menekankan bahwa langkah Prabowo Subianto adalah sebuah penegasan tentang cita-cita pendiri bangsa.

Baca juga: Mengenal Sistem Otda Kerajaan Majapahit, Pejabat Bawahan Wajib Setor Upeti ke Pusat

Sebab, pendiri bangsa seperti Dr. Mohammad Hatta dan Dr. Syahrir, menurut Bima, meyakini bahwa pembangunan itu hanya sukses jika ditekankan pada pembangunan daerah dan desa.

Lebih lanjut, Bima mengatakan bahwa cita-cita pendiri bangsa adalah sosialisme demokrasi, yang juga sedang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto saat ini. "Saat ini era Neo Liberalisme sudah ditinggalkan. Prabowo pro rakyat miskin," terang Bima.

Bursah Zarnubi, yang juga menjadi pemantik diskusi, menggaris bawahi pesan Prabowo Subianto dalam retreat para kepala daerah beberapa waktu lalu, bahwa program pembangunan itu harus 60% pada tingkat kabupaten/kota, 20% provinsi dan 20% pusat.

Namun, sayangnya, menurut Bursah sampai saat ini pembangunan di daerah masih dikendalikan pusat.

"Kepalanya dilepas, tapi ekornya dipegang," tegas Bursah.

Sementara itu, dosen Lembaga Administrasi Negara Ratri menyarankan agar tidak kembali pada era sentralistik.

"Apabila pemilihan kepala daerah itu diserahkan lagi pada DPRD nantinya, seperti era lalu, maka kaum perempuan akan tersingkir," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Rekomendasi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved