Warga Sipil Jadi Korban Ledakan Amunisi di Garut, KSAD Akui Ada Keteledoran
Senin, 26 Mei 2025 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
"Iya jadinya gitu. Dulunya masak-masak, dibayar honor gitu. Jadinya dulunya bersih-bersih, tidak sampai mengantar. Inilah keteledoran-keteledoran inilah yang kita tetap akan evaluasi," ujarnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Kebijakan baru ini sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.
Panglima menyampaikan bahwa evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
"SOP nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi," kata Panglima TNI usai rapat tertutup.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Kebijakan baru ini sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.
Panglima menyampaikan bahwa evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
"SOP nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi," kata Panglima TNI usai rapat tertutup.
(rca)
Lihat Juga :