Warga Sipil Jadi Korban Ledakan Amunisi di Garut, KSAD Akui Ada Keteledoran
Senin, 26 Mei 2025 - 19:49 WIB
loading...
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengakui adanya keteledoran di balik insiden ledakan amunisi kedaluwarsa yang terjadi di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengakui adanya keteledoran di balik insiden ledakan amunisi kedaluwarsa yang terjadi di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Insiden itu menewaskan sejumlah warga sipil.
Maruli menjelaskan bahwa pada 1985 silam, lokasi tersebut sangat jauh dari pemukiman warga. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak permukiman warga yang semakin mendekat ke lokasi.
Kemudian, kata dia, setiap ada kegiatan pemusnahan, masyarakat mulai masuk ke lokasi dengan tujuan ingin membantu prajurit memasak kebutuhan makanannya.
Baca juga: Panglima TNI Bakal Ubah SOP Pemusnahan Buntut Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut
"Tadinya hanya membantu memasak. Akhirnya mungkin itulah salah satu yang membuat kita harus evaluasi. Mungkin masyarakat ikut bantu-bantu," kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Dia mengira, keberadaan masyarakat di sekitar lokasi itu karena dari kegiatan sebelumnya yang sudah rutin dilaksanakan, tidak pernah ada masalah. Sehingga, hal inilah yang memungkinkan warga sipil yang menjadi korban, bisa ikut membantu dalam kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut.
"Iya jadinya gitu. Dulunya masak-masak, dibayar honor gitu. Jadinya dulunya bersih-bersih, tidak sampai mengantar. Inilah keteledoran-keteledoran inilah yang kita tetap akan evaluasi," ujarnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Kebijakan baru ini sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.
Panglima menyampaikan bahwa evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
"SOP nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi," kata Panglima TNI usai rapat tertutup.
Maruli menjelaskan bahwa pada 1985 silam, lokasi tersebut sangat jauh dari pemukiman warga. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak permukiman warga yang semakin mendekat ke lokasi.
Kemudian, kata dia, setiap ada kegiatan pemusnahan, masyarakat mulai masuk ke lokasi dengan tujuan ingin membantu prajurit memasak kebutuhan makanannya.
Baca juga: Panglima TNI Bakal Ubah SOP Pemusnahan Buntut Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut
"Tadinya hanya membantu memasak. Akhirnya mungkin itulah salah satu yang membuat kita harus evaluasi. Mungkin masyarakat ikut bantu-bantu," kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Dia mengira, keberadaan masyarakat di sekitar lokasi itu karena dari kegiatan sebelumnya yang sudah rutin dilaksanakan, tidak pernah ada masalah. Sehingga, hal inilah yang memungkinkan warga sipil yang menjadi korban, bisa ikut membantu dalam kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut.
"Iya jadinya gitu. Dulunya masak-masak, dibayar honor gitu. Jadinya dulunya bersih-bersih, tidak sampai mengantar. Inilah keteledoran-keteledoran inilah yang kita tetap akan evaluasi," ujarnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa. Kebijakan baru ini sebagai evaluasi atas insiden meledaknya amunisi di Garut, Jawa Barat.
Panglima menyampaikan bahwa evaluasi ini turut dibahas dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI yang dilakukan secara tertutup, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
"SOP nya nanti akan kita ubah. Supaya personel yang melaksanakan pemusnahan itu bisa aman. Kita koreksi ke dalam, semoga tidak akan terjadi lagi," kata Panglima TNI usai rapat tertutup.
(rca)
Lihat Juga :