Fadli Zon Sebut 113 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Nasional
Senin, 26 Mei 2025 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Fadli berkata, ada 20 editor jilid dan tiga editor umum juga dilibatkan dalam proyek penulisan ulang sejarah. Ia mengatakan, pihak yang terlibat dari kalangan akademisi, arkeolog, geografi, sejarawan, hingga ilmuwam humaniora lainnya.
"Kita berharap rekonstruksi ini terhadap masa lalu bangsa Indonesia ini dianggap penting sebagai himpunan dari perjalanan sejarah bangsa untuk membentuk national identity atau reinventing Indonesian identity dalam perspektif secara Indonesia sentris, sebagai bangsa merdeka, berdaulat," ucap Fadli.
Baca Juga: Ini Cara Menanamkan Kecintaan Generasi Muda pada Pendidikan Sejarah Indonesia
Menurut Fadli, penulisan ulang sejarah ini bukan dari nol. "Jadi buku-buku ini menjadi suatu acuan utama, begitu juga Indonesia dalam arus sejarah dan sejarah nasional Indonesia, tentu buku Belanda ini tidak kita jadikan acuan. Dan ini mengungkap secara garis besar sekali lagi, aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, rencana penulisan ulang sejarah yang meliputi awal lahirnya masyarakat Nusantara hingga pasca-Reformasi menuai polemik. Beragam komentar bermunculan, termasuk dari Ketua DPR Puan Maharani yang tegas meminta agar jangan ada pengaburan sejarah.
"Kita berharap rekonstruksi ini terhadap masa lalu bangsa Indonesia ini dianggap penting sebagai himpunan dari perjalanan sejarah bangsa untuk membentuk national identity atau reinventing Indonesian identity dalam perspektif secara Indonesia sentris, sebagai bangsa merdeka, berdaulat," ucap Fadli.
Baca Juga: Ini Cara Menanamkan Kecintaan Generasi Muda pada Pendidikan Sejarah Indonesia
Menurut Fadli, penulisan ulang sejarah ini bukan dari nol. "Jadi buku-buku ini menjadi suatu acuan utama, begitu juga Indonesia dalam arus sejarah dan sejarah nasional Indonesia, tentu buku Belanda ini tidak kita jadikan acuan. Dan ini mengungkap secara garis besar sekali lagi, aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, rencana penulisan ulang sejarah yang meliputi awal lahirnya masyarakat Nusantara hingga pasca-Reformasi menuai polemik. Beragam komentar bermunculan, termasuk dari Ketua DPR Puan Maharani yang tegas meminta agar jangan ada pengaburan sejarah.
Lihat Juga :