Jika Semua Bergerak, Kemerdekaan Palestina Tinggal Tunggu Momentum

Minggu, 25 Mei 2025 - 22:16 WIB
loading...
Jika Semua Bergerak,...
Aktivis pro-Palestina dari berbagai negara napak tilas ke Gedung Merdeka tempat pelaksanaan KAA 1955. Foto/IST
A A A
BANDUNG - Ratusan aktivis aktivis untuk Al-Quds dan Palestina serta tokoh lintas negara dari kawasan Asia Pasifik membahas krisis Palestina dalam Konferensi Internasional untuk Palestina di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Minggu (25/5/2025). Delegasi hadir di konferensi yang digelar Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) itu berasal dari berbagai negara, antara lain, Thailand, Malaysia, Maladewa, Filipina, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Hadir pula tokoh dari lembaga legislatif, seperti Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi. Acara dibuka dengan berjalan kaki ke Gedung Merdeka dan Palestine Walk di sisi timur alun-alun Kota Bandung. Kemudian delegasi kembali ke lokasi utama Hotel Savoy Homann.

Ketua Panitia Konferensi Asia Pasifik Maryam Rachmayani mengatakan, konferensi ini fokus membahas langkah nyata yang bisa menjamin hak-hak dasar warga sipil Gaza. “Forum ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga panggilan moral bagi kita semua. Harus lahir komitmen bersama, kolaborasi lintas negara dan sektor, serta strategi yang konkret dalam mengawal perdamaian yang adil dan abadi," kata Maryam dalam sambutannya.

Baca juga: Suara Aktivis se-Asia Pasifik Tuntut Kemerdekaan Palestina Menggema dari Bandung



"Kita ingin memastikan bahwa semangat KAA 1955 bukan tinggal sejarah, tetapi terus menginspirasi perjuangan melawan kolonialisme dalam bentuk apapun, di era modern ini,” ujarnya.

Ketua Asia Pasific Women Coalition for Palestine (APWCQP) Nurjanah Hulwani mengatakan, kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini bukan sekadar simbolik, tapi bentuk solidaritas nyata. “Diamnya kita berarti menyetujui genosida. Maka semua harus bergerak! Yang memiliki jabatan, gunakan jabatannya. Yang punya bisnis, perjuangkan lewat bisnisnya. Yang memiliki media, lawan lewat pemberitaan,” tegas Nurjanah

Sementara itu, Heru Hartanto Subolo dari Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi dan panggilan sejarah. “Bagi Indonesia, mendukung Palestina adalah prioritas politik luar negeri. Kami mendorong gencatan senjata permanen, pembukaan blokade, serta pembangunan kembali Gaza," kata Hartanto.

Baca juga: 4 Poin Sikap PKS terhadap Krisis Kemanusiaan di Gaza

65 Persen Korban Genosida di Gaza adalah Perempuan dan Anak-anak

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, posisi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina bersifat konstitusional dan tidak dapat diganggu gugat.

“Selama Palestina belum merdeka, Indonesia tidak akan pernah membuka komunikasi diplomatik dengan penjajah Israel. Ini adalah sikap konsisten sejak era Soekarno yang menolak pengakuan dari Israel pada 1950,” kata HNW.

Dia menggarisbawahi, 65 persen korban genosida di Gaza adalah perempuan dan anak-anak. Dia menyebut kebangkitan perempuan dalam perjuangan ini sebagai titik balik yang luar biasa.

“Perubahan dunia ini banyak dimulai oleh pemuda, tapi hari ini dibuktikan bahwa perubahan juga digerakkan oleh perempuan. Jika para wanita sudah maju, maka para laki-laki tak boleh tertinggal. Jika semua bergerak, maka kemerdekaan Palestina tinggal menunggu momentum. Dekat atau lebih dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan, perjuangan untuk Palestina bukan sekadar isu politik, tapi kemanusiaan dan nurani.

“Sebagai bagian dari parlemen daerah, DPRD Kota Bandung mendukung penuh segala bentuk diplomasi moral untuk memperjuangkan kedaulatan Palestina. Bahkan, kami menginisiasi pembangunan Taman Palestina di Bandung sebagai simbol solidaritas abadi,” kata Asep.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Rekomendasi
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Berita Terkini
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved