Sarasehan Aktivis Lintas Generasi, Reshuffle Kabinet Dinilai Perlu Segera
Kamis, 22 Mei 2025 - 14:08 WIB
loading...
Salah satu panitia acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Andrianto Andri. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Usulan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle kabinet mencuat dalam acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi di Hotel JS Luwansa, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025). Acara yang digelar dalam rangka memperingati 27 tahun Reformasi 1998 itu bertajuk “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi.”
Andrianto Andri selaku salah satu fasilitator acara tersebut mengakui bahwa reshuffle kabinet itu perlu dilakukan. “Saya pun beranggapan rezim Prabowo sangat diameteral dengan rezim sebelumnya. Ada visi dan misi yang jelas dalam bukunya Paradok Indonesia,” kata Andrianto.
Dia optimistis Indonesia bisa menjadi negara maju tepat 100 tahun kemerdekaan pada 2045 jika setengah dari isi buku Paradok Indonesia bisa diwujudkan. “Sudah waktunya Prabowo membuang para menterinya yang kinerjanya standar. Belum lagi para menteri yang terjerat kasus hukum dan terlibat mafia judi online,” tuturnya.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Dinilai Layak Diganti
Dia mengingatkan bahwa masih ada para aktivis yang memiliki ideologis yang sama dengan Presiden Prabowo. “Semua peserta sarasehan lintas aktivis yakin Prabowo akan sukses bila melakukan reshuffle segera, lalu sinergitas dengan para aktivis ideologis,” pungkasnya.
Salah satu pembicara dalam Sarasehan Aktivis Lintas Generasi itu adalah Pengamat Politik Rocky Gerung. Dia mengusulkan hal konkret kepada penyelenggara.
“Sarasehan ini dalam seminggu harus menghasilkan dan membuat Haris Rusli Moty bisa ketemu Prabowo dan meminta reshuffle para menteri diganti oleh para wamen yang lebih ideologis,” katanya.
Baca juga: Habiburokhman Ungkap Prabowo Tahu Gerak-gerik Tukang Olah
Rocky menilai Prabowo membutuhkan para menteri-menteri yang mengerti pikiran sosialistik, sehingga cita-cita Prabowo mentransformasi perekonomian kerakyatan bisa terwujud.
Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menuturkan bahwa gagasan besar Prabowo akan terwujud jika tim ekonominya berideologi sama dengan Prabowo. “UUD 1945 harus menjadi dasar perekonomian Prabowo," ujar Feri dalam kesempatan sama.
Kritikan juga dilontarkan oleh Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan. Menurut dia, reformasi sudah dibajak oligarki. Namun, aktivis ITB generasi 80-an ini mengatakan terpilihnya Prabowo sebagai presiden memunculkan harapan.
Karena, menurut dia, Prabowo adalah orang yang punya pikiran tentang Transformasi Indonesia kembali ke UUD 1945 dan cita-cita pendiri bangsa. "Teman-teman aktivis 98 banyak yang masuk kekuasaan, jadi hari ini kita memiliki harapan kepada Prabowo dapat mewujudkan pikiran besarnya tentang transformasi ke arah ekonomi kerakyatan,” kata Syahganda.
Hadir juga Adhyaksa Dault, Jumhur Hidayat, Faisol Reza, Agus Jabo, Kastorius Sinaga, Hery Sebayang, Ariza Patria, dan Hatta Taliwang. Acara dibuka oleh koordinator sarasehan Haris Rusly Moti dan sambutan aktivis 70-an Hariman Siregar.
Andrianto Andri selaku salah satu fasilitator acara tersebut mengakui bahwa reshuffle kabinet itu perlu dilakukan. “Saya pun beranggapan rezim Prabowo sangat diameteral dengan rezim sebelumnya. Ada visi dan misi yang jelas dalam bukunya Paradok Indonesia,” kata Andrianto.
Dia optimistis Indonesia bisa menjadi negara maju tepat 100 tahun kemerdekaan pada 2045 jika setengah dari isi buku Paradok Indonesia bisa diwujudkan. “Sudah waktunya Prabowo membuang para menterinya yang kinerjanya standar. Belum lagi para menteri yang terjerat kasus hukum dan terlibat mafia judi online,” tuturnya.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Dinilai Layak Diganti
Dia mengingatkan bahwa masih ada para aktivis yang memiliki ideologis yang sama dengan Presiden Prabowo. “Semua peserta sarasehan lintas aktivis yakin Prabowo akan sukses bila melakukan reshuffle segera, lalu sinergitas dengan para aktivis ideologis,” pungkasnya.
Salah satu pembicara dalam Sarasehan Aktivis Lintas Generasi itu adalah Pengamat Politik Rocky Gerung. Dia mengusulkan hal konkret kepada penyelenggara.
“Sarasehan ini dalam seminggu harus menghasilkan dan membuat Haris Rusli Moty bisa ketemu Prabowo dan meminta reshuffle para menteri diganti oleh para wamen yang lebih ideologis,” katanya.
Baca juga: Habiburokhman Ungkap Prabowo Tahu Gerak-gerik Tukang Olah
Rocky menilai Prabowo membutuhkan para menteri-menteri yang mengerti pikiran sosialistik, sehingga cita-cita Prabowo mentransformasi perekonomian kerakyatan bisa terwujud.
Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menuturkan bahwa gagasan besar Prabowo akan terwujud jika tim ekonominya berideologi sama dengan Prabowo. “UUD 1945 harus menjadi dasar perekonomian Prabowo," ujar Feri dalam kesempatan sama.
Kritikan juga dilontarkan oleh Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan. Menurut dia, reformasi sudah dibajak oligarki. Namun, aktivis ITB generasi 80-an ini mengatakan terpilihnya Prabowo sebagai presiden memunculkan harapan.
Karena, menurut dia, Prabowo adalah orang yang punya pikiran tentang Transformasi Indonesia kembali ke UUD 1945 dan cita-cita pendiri bangsa. "Teman-teman aktivis 98 banyak yang masuk kekuasaan, jadi hari ini kita memiliki harapan kepada Prabowo dapat mewujudkan pikiran besarnya tentang transformasi ke arah ekonomi kerakyatan,” kata Syahganda.
Hadir juga Adhyaksa Dault, Jumhur Hidayat, Faisol Reza, Agus Jabo, Kastorius Sinaga, Hery Sebayang, Ariza Patria, dan Hatta Taliwang. Acara dibuka oleh koordinator sarasehan Haris Rusly Moti dan sambutan aktivis 70-an Hariman Siregar.
(rca)
Lihat Juga :