BPOM Terbitkan Izin Edar Obat Deteksi Dini Kanker yang Dikembangkan Bio Farma
Kamis, 22 Mei 2025 - 01:08 WIB
loading...
BPOM menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) radiofarmaka untuk deteksi dini dan pengobatan kanker yang dikembangkan Bio Farma, induk Holding BUMN Farmasi Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) bagi radiofarmaka untuk deteksi dini dan pengobatan kanker yang dikembangkan PT Bio Farma (Persero), induk Holding BUMN Farmasi Indonesia.
Produk farmasi nasional berupa radiofarmaka produksi Bio Farma yang mendapatkan NIE dari BPOM itu adalah 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) bermerek FloDeg. FloDeg merupakan radiofarmaka penting dalam diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography).
Baca juga: Teknologi Mammografi Mampu Deteksi Dini Kanker Payudara
NIE untuk FloDeg diserahkan Kepala Badan POM Taruna Ikrar kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma Yuliana Indriati dalam Kegiatan Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sumatera yang diselenggarakan BPOM dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) pada Senin 19 Mei 2025 di Jakarta.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, saat ini, Indonesia menghadapi tiga tantangan besar dalam sektor kesehatan Indonesia saat ini.
Pertama, kata Taruna, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90 persen bahan baku obat masih impor. Artinya Indonesia sangat tergantung kepada negara lain.
"Secara bertahap, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50 persen," kata Kepala BPOM dikutip Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Peneliti Temukan Cara Baru Deteksi Dini Kanker Ovarium lewat Tes Urin
Produk farmasi nasional berupa radiofarmaka produksi Bio Farma yang mendapatkan NIE dari BPOM itu adalah 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) bermerek FloDeg. FloDeg merupakan radiofarmaka penting dalam diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography).
Baca juga: Teknologi Mammografi Mampu Deteksi Dini Kanker Payudara
NIE untuk FloDeg diserahkan Kepala Badan POM Taruna Ikrar kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma Yuliana Indriati dalam Kegiatan Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sumatera yang diselenggarakan BPOM dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) pada Senin 19 Mei 2025 di Jakarta.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, saat ini, Indonesia menghadapi tiga tantangan besar dalam sektor kesehatan Indonesia saat ini.
Pertama, kata Taruna, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90 persen bahan baku obat masih impor. Artinya Indonesia sangat tergantung kepada negara lain.
"Secara bertahap, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50 persen," kata Kepala BPOM dikutip Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Peneliti Temukan Cara Baru Deteksi Dini Kanker Ovarium lewat Tes Urin
Lihat Juga :