2 Tokoh Dokumenter Tragedi Mei 1998 Terima Penghargaan dari Yayasan 98 Peduli
Rabu, 21 Mei 2025 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, pemberian penghargaan ini diinisiasi sebagai wujud penghargaan atas kerja dokumentasi yang tidak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga menjadi sumber belajar, pengingat, dan penggerak kesadaran sosial.
Baca juga: 5 Letjen Jebolan Kopassus Bertugas di Mabes TNI, Nomor 2 Peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama
“Kami percaya bahwa sejarah yang didokumentasikan dengan jujur dan manusiawi adalah warisan berharga bagi bangsa ini. Karya-karya almarhum Bang Tino Saroengallo dan Firman Hidayatullah tidak hanya menyuarakan kebenaran, tetapi juga membangkitkan empati dan kesadaran publik. Itulah mengapa kami merasa penting untuk memberikan penghargaan ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Mitha Layuk mengatakan, pemberian penghargaan kepada dua tokoh dokumenter Tragedi Mei 1998 digelar sengaja dilakukan bersamaan dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) serta Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).
“Bahwa pendidikan sejarah bukan hanya tugas akademik, tetapi juga tanggung jawab moral. Dokumentasi visual seperti film dan foto memiliki daya hidup yang kuat untuk menyampaikan sejarah kepada generasi muda dengan cara yang lebih membumi dan menggugah kesadaran. Inilah yang membuat kontribusi Alm. Bang Tino Saroengallo dan Firman Hidayatullah sangat penting dan layak dihargai," kata Mitha Layuk.
Mitha menyebut, pemberian penghargaan yang ini sebagai bagian dari mandat sosial untuk merawat ingatan, memperjuangkan nilai-nilai reformasi, serta memastikan bahwa semangat perjuangan 1998 tidak tergerus oleh lupa dan ketidakpedulian generasi masa kini.
"Inisiatif ini juga menjadi bentuk advokasi terhadap pentingnya literasi sejarah dalam membangun kesadaran kritis dan komitmen kebangsaan yang utuh," ucapnya.
Adapun dalam acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri, Akademisi UNPAD Prof. Muradi, dan Ketua Komisioner KPAI Ai Maryati.
Baca juga: 5 Letjen Jebolan Kopassus Bertugas di Mabes TNI, Nomor 2 Peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama
“Kami percaya bahwa sejarah yang didokumentasikan dengan jujur dan manusiawi adalah warisan berharga bagi bangsa ini. Karya-karya almarhum Bang Tino Saroengallo dan Firman Hidayatullah tidak hanya menyuarakan kebenaran, tetapi juga membangkitkan empati dan kesadaran publik. Itulah mengapa kami merasa penting untuk memberikan penghargaan ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Mitha Layuk mengatakan, pemberian penghargaan kepada dua tokoh dokumenter Tragedi Mei 1998 digelar sengaja dilakukan bersamaan dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) serta Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).
“Bahwa pendidikan sejarah bukan hanya tugas akademik, tetapi juga tanggung jawab moral. Dokumentasi visual seperti film dan foto memiliki daya hidup yang kuat untuk menyampaikan sejarah kepada generasi muda dengan cara yang lebih membumi dan menggugah kesadaran. Inilah yang membuat kontribusi Alm. Bang Tino Saroengallo dan Firman Hidayatullah sangat penting dan layak dihargai," kata Mitha Layuk.
Mitha menyebut, pemberian penghargaan yang ini sebagai bagian dari mandat sosial untuk merawat ingatan, memperjuangkan nilai-nilai reformasi, serta memastikan bahwa semangat perjuangan 1998 tidak tergerus oleh lupa dan ketidakpedulian generasi masa kini.
"Inisiatif ini juga menjadi bentuk advokasi terhadap pentingnya literasi sejarah dalam membangun kesadaran kritis dan komitmen kebangsaan yang utuh," ucapnya.
Adapun dalam acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri, Akademisi UNPAD Prof. Muradi, dan Ketua Komisioner KPAI Ai Maryati.
Lihat Juga :