Polemik Ijazah Jokowi, Politikus PSI Ungkit Pendaftaran Calon Wali Kota Solo
Rabu, 21 Mei 2025 - 07:29 WIB
loading...
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai diperiksa Bareskrim Polri kemarin terkait aduan tudingan ijazah palsu. Foto/Ari Sandita
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menanggapi polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ). Menurutnya, polemik ini seharusnya tidak perlu dipersoalkan lagi karena sejak awal Jokowi sudah menggunakan ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) secara sah, termasuk saat mendaftar sebagai Wali Kota Solo.
"Ketika menjadi wali kota, menggunakan ijazah UGM, jaraknya hanya 70 Km dari Solo kan. Kenapa enggak diserang pada saat itu. Nggak mungkin juga UGM menyerang Pak Jokowi pada saat itu, jaraknya UGM 70 km. Banyak baliho membentang tulisannya Insinyur Jokowi," kata Dian dalam dialog Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (20/5/2025).
Dian menyebut, banyak baliho kampanye yang kala itu terpampang dengan jelas menyebut Jokowi sebagai "Insinyur", gelar akademik yang diberikan oleh UGM. "Kemudian, nggak ditegor sama UGM. Jokowi siapa sih pada saat itu, bukan jadi apa-apa. Anak Presiden bukan, anak Jenderal bukan, disikat dia kalau main-main sama UGM, kampus Institusi besar," ujarnya.
Baca juga: Polemik Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Ada Dua yang Terbongkar
Dian juga menyinggung gaya komunikasi sejumlah pihak yang digunakan dalam menyerang Jokowi terkait ijazah. "Seandainya tadi itu kalimat keluar tahun 2015-2016 barangkali Pak Jokowi sudah memperlihatkan ijazahnya, tolong pak lihat ijazah, lihat KTP, ditunjukkan. Nah ini kan beda, 'gantung Jokowi', ya gak maulah Pak Jokowi. Nggak ada hukum untuk menunjukkan ijazah," ujar Dian.
"Ketika menjadi wali kota, menggunakan ijazah UGM, jaraknya hanya 70 Km dari Solo kan. Kenapa enggak diserang pada saat itu. Nggak mungkin juga UGM menyerang Pak Jokowi pada saat itu, jaraknya UGM 70 km. Banyak baliho membentang tulisannya Insinyur Jokowi," kata Dian dalam dialog Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (20/5/2025).
Dian menyebut, banyak baliho kampanye yang kala itu terpampang dengan jelas menyebut Jokowi sebagai "Insinyur", gelar akademik yang diberikan oleh UGM. "Kemudian, nggak ditegor sama UGM. Jokowi siapa sih pada saat itu, bukan jadi apa-apa. Anak Presiden bukan, anak Jenderal bukan, disikat dia kalau main-main sama UGM, kampus Institusi besar," ujarnya.
Baca juga: Polemik Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Ada Dua yang Terbongkar
Dian juga menyinggung gaya komunikasi sejumlah pihak yang digunakan dalam menyerang Jokowi terkait ijazah. "Seandainya tadi itu kalimat keluar tahun 2015-2016 barangkali Pak Jokowi sudah memperlihatkan ijazahnya, tolong pak lihat ijazah, lihat KTP, ditunjukkan. Nah ini kan beda, 'gantung Jokowi', ya gak maulah Pak Jokowi. Nggak ada hukum untuk menunjukkan ijazah," ujar Dian.
Lihat Juga :