Semangat Reformasi Birokrasi Jaksa Agung Diharapkan Diikuti Anak Buahnya
Senin, 07 September 2020 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai, jajaran di bawah Kejaksaan masih banyak yang belum menunjukkan suatu semangat birokrasi yang sama dengan Jaksa Agung atau belum bisa menerjemahkan keinginan dari ST Burhanuddin untuk melakukan perubahan di internal Korps Adhyaksa itu.
"Di tingkat Kejaksaan ke bawah itu masih banyak yang belum menunjukan suatu semangat yang sama dengan Jaksa Agung tadi artinya masih belum sepenuhnya merespon apa yang diinginkan oleh Jaksa Agung dan wakil Jaksa Agung," ucapnya.
Dia menambahkan, untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya berjalan dengan baik, Kejagung didorong untuk membenahi sumber daya manusia (SDM) aparat yang berada di lingkungan Korps Adhyaksa itu.
Selain itu, aparat kejaksaan harus mampu menterjemahkan keinginan Jaksa Agung untuk melakukan pembenahan dan tidak bermain-main dengan kasus hukum, tidak pilih kasih dalam penanganan perkara dan tidak mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bisa mencederai hukum dan merusak nama baik Kejagung.
"Ini harus dituntaskan dahulu dari aspek sumber daya manusianya, kinerja sebuah institusi itu tergantung pada kualitas dan komitmen dari aparatur dibawah atau internal Jaksa Agung sendiri yaitu menyangkut sumber daya manusia," ungkapnya.
Menurut dia, apa yang dilakukan Jaksa Agung dengan berbagai macam gebrakannya membongkar kasus-kasus hukum besar yang merugikan negara, akan terlihat percuma jika tidak diiringi dengan semangat yang sama dari bawahannya atau lemah komitmennya terhadap penegakan hukum.
"Di tingkat Kejaksaan ke bawah itu masih banyak yang belum menunjukan suatu semangat yang sama dengan Jaksa Agung tadi artinya masih belum sepenuhnya merespon apa yang diinginkan oleh Jaksa Agung dan wakil Jaksa Agung," ucapnya.
Dia menambahkan, untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya berjalan dengan baik, Kejagung didorong untuk membenahi sumber daya manusia (SDM) aparat yang berada di lingkungan Korps Adhyaksa itu.
Selain itu, aparat kejaksaan harus mampu menterjemahkan keinginan Jaksa Agung untuk melakukan pembenahan dan tidak bermain-main dengan kasus hukum, tidak pilih kasih dalam penanganan perkara dan tidak mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bisa mencederai hukum dan merusak nama baik Kejagung.
"Ini harus dituntaskan dahulu dari aspek sumber daya manusianya, kinerja sebuah institusi itu tergantung pada kualitas dan komitmen dari aparatur dibawah atau internal Jaksa Agung sendiri yaitu menyangkut sumber daya manusia," ungkapnya.
Menurut dia, apa yang dilakukan Jaksa Agung dengan berbagai macam gebrakannya membongkar kasus-kasus hukum besar yang merugikan negara, akan terlihat percuma jika tidak diiringi dengan semangat yang sama dari bawahannya atau lemah komitmennya terhadap penegakan hukum.
Lihat Juga :