Bukan dengan Paksaan, Tetapi dengan Cahaya: Mendidik untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Jum'at, 16 Mei 2025 - 17:20 WIB
loading...
Bukan dengan Paksaan,...
Nora Bawazier, Direktur Rote Hospitality Academy. Foto/istimewa
A A A
Nora Bawazier
Direktur Rote Hospitality Academy

CARA kita mendidik anak-anak dan remaja membentuk tidak hanya apa yang mereka ketahui. Pendidikan menentukan bagaimana mereka berpikir, merasakan, menjalin hubungan dengan orang lain, dan merespons dunia di sekitar mereka.

Di tengah dunia yang terus berubah ini, kita dihadapkan pada dua pendekatan pendidikan yang sangat berbeda: satu yang berlandaskan kekakuan, disiplin, dan kontrol, dan yang lainnya berakar pada kasih sayang, rasa ingin tahu, dan pembentukan karakter.

Pendidikan bergaya militer menekankan keteraturan dan ketaatan. Aturannya ketat, otoritas bersifat mutlak, dan kesalahan sering kali dibalas dengan hukuman. Sistem seperti ini memang bisa menghasilkan disiplin, tetapi juga dapat melemahkan pemikiran kritis, menekan individualitas, dan menciptakan suasana yang penuh ketakutan, bukan inspirasi.

Sebaliknya, pendekatan pendidikan yang penuh kasih sayang mendorong anak-anak untuk bertanya, mengeksplorasi ide, dan belajar melalui kesalahan. Lingkungan seperti ini membina rasa aman secara emosional, ekspresi pribadi, dan pola pikir berkembang.

Kesalahan tidak dihukum, melainkan dijadikan batu loncatan untuk belajar dan bangkit. Anak-anak yang merasa aman untuk penasaran akan tumbuh menjadi pembelajar yang percaya diri dan pada akhirnya, menjadi pribadi dewasa yang tangguh dan bijak.

Di Rote Hospitality Academy, kami sepenuhnya meyakini pendekatan yang kedua ini. Karena itu, kami terus mengembangkan kurikulum kami, tidak hanya dalam pelatihan perhotelan, tetapi juga dengan pelajaran pengembangan diri dan aktivitas pembentukan karakter.

Kami percaya bahwa ini adalah fondasi utama karena sebelum seseorang dapat menguasai keterampilan, ia harus terlebih dahulu memahami siapa dirinya, apa yang memotivasinya, dan bagaimana terus maju meski dalam kesulitan. Kami telah melihat bagaimana para siswa kami berkembang dan bersinar dalam lingkungan di mana mereka merasa aman, terlihat, dan didengar di mana rasa ingin tahu mereka dipupuk dan mereka didorong untuk mencoba hal-hal baru.

Dalam suasana seperti ini, proses belajar menjadi sebuah petualangan pribadi bukan sesuatu yang ditakuti, tetapi sesuatu yang dinikmati. Setiap siswa mulai melihat perjalanan belajarnya sebagai kisah yang mereka tulis sendiri, sebuah cerita yang bisa mereka banggakan dan miliki sepenuhnya.

Kami juga menekankan pentingnya membangun mindset bertumbuh, kesadaran diri, tanggung jawab pribadi, dan apa yang kami sebut sebagai keramahtamahan intuitif kemampuan untuk melayani orang lain dengan ketulusan, kepekaan, dan makna.

Ketika siswa mulai mempercayai kemampuan mereka untuk belajar, beradaptasi, dan tumbuh, mereka akan menghadapi tantangan bukan dengan rasa takut, tetapi dengan antusiasme. Mereka menjadi pembelajar yang tangguh, berani mencoba, jatuh, dan bangkit kembali.

Dan kami tidak hanya mengajarkan nilai-nilai ini, kami menjalankannya. Sebagai pengajar dan pembimbing, kami menjadi teladan nyata. Ketika kami sendiri menghadapi tantangan, kami kembali mengingat apa yang kami ajarkan, dan apa yang kami harap siswa kami lihat dalam diri kami.

Komitmen inilah yang memberi kami energi dan harapan keyakinan bahwa kami dapat menjadi bagian dari perubahan dan meningkatkan kehidupan, satu angkatan demi satu, satu hati demi satu.

Pendidikan seharusnya bukan soal kendali, tetapi soal hubungan. Bukan tentang membungkam anak, tetapi tentang mendengarkan mereka, membantu mereka menemukan suara, jalan, dan kekuatan mereka sendiri. Lingkungan yang dibangun dengan kepercayaan dan dukungan akan menumbuhkan individu yang mandiri dan percaya diri, yang tumbuh menjadi dewasa yang penuh kasih, tangguh, dan mampu membimbing generasi berikutnya dengan kebijaksanaan.

Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang mentransfer pengetahuan. Pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang utuh, sadar, dan siap memberikan kontribusi berarti bagi dunia. Kita harus bertanya pada diri sendiri: masa depan seperti apa yang ingin kita ciptakan?

Masa depan yang dibentuk oleh ketakutan dan ketaatan, atau masa depan yang diinspirasi oleh cinta, keberanian, dan rasa ingin tahu? Jawabannya terletak pada bagaimana kita memilih untuk mengajar, bukan dengan paksaan, tetapi dengan cahaya
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Kiamat Pemahaman Identik...
Kiamat Pemahaman Identik dengan Centrang Biru?
Menag: Hardiknas Momentum...
Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Rekomendasi
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved