Wacana Barak Militer Jadi Program Nasional, Sosiolog: Mencerminkan Krisis Sistem Pendidikan
Jum'at, 09 Mei 2025 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
“Jika dilihat dari sosiologi, unit sosial terkecil itu keluarga. Di sinilah budi pekerti dan adab anak terbentuk pertama kali. Sebelum menentukan pendekatan pembinaan, kita harus paham dulu latar belakang sosial anak-anak itu, banyak dari anak-anak yang berperilaku menyimpang justru berasal dari keluarga yang tidak utuh, memiliki akses pendidikan yang terbatas, atau tinggal di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan moral mereka. Oleh karena itu, pendekatan yang hanya fokus pada disiplin dan rasa takut tidak akan menyelesaikan masalah secara mendalam,” kata Rachmad dikutip dari laman resmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Jumat (9/5/2025).
Rachmad mengkritisi pendekatan instan yang hanya menekankan pada efek jera. Rachmad mengatakan perubahan karakter yang dibangun melalui rasa takut tidak akan bertahan lama. Karena pendidikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan harus melalui proses yang bertahap dan konsisten.
Baca juga: Wacana Kirim Anak Nakal ke Barak Militer Jadi Kebijakan Nasional, JPPI: Ciptakan Generasi Patuh Buta
Menurut Rachmad pendekatan yang hanya mengandalkan teknik indoktrinasi atau pembentukan disiplin semata tanpa mengkaji aspek psikologis dan sosiologis anak bisa berisiko menimbulkan masalah lebih lanjut. Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah ketidakcocokan antara nilai-nilai yang diterapkan dalam barak militer dengan kebutuhan psikososial anak-anak yang mungkin datang dari latar belakang yang sangat berbeda.
“Melalui pendekatan sistemik yang melibatkan asesmen terhadap setiap anak untuk memahami penyebab kenakalan atau masalah perilaku mereka secara lebih spesifik. Pendekatan ini dapat mencakup identifikasi apakah masalah anak berasal dari faktor individual, psikologis, atau bahkan sosiologis,” ujarnya.
Rachmad mengkritisi pendekatan instan yang hanya menekankan pada efek jera. Rachmad mengatakan perubahan karakter yang dibangun melalui rasa takut tidak akan bertahan lama. Karena pendidikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan harus melalui proses yang bertahap dan konsisten.
Baca juga: Wacana Kirim Anak Nakal ke Barak Militer Jadi Kebijakan Nasional, JPPI: Ciptakan Generasi Patuh Buta
Menurut Rachmad pendekatan yang hanya mengandalkan teknik indoktrinasi atau pembentukan disiplin semata tanpa mengkaji aspek psikologis dan sosiologis anak bisa berisiko menimbulkan masalah lebih lanjut. Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah ketidakcocokan antara nilai-nilai yang diterapkan dalam barak militer dengan kebutuhan psikososial anak-anak yang mungkin datang dari latar belakang yang sangat berbeda.
“Melalui pendekatan sistemik yang melibatkan asesmen terhadap setiap anak untuk memahami penyebab kenakalan atau masalah perilaku mereka secara lebih spesifik. Pendekatan ini dapat mencakup identifikasi apakah masalah anak berasal dari faktor individual, psikologis, atau bahkan sosiologis,” ujarnya.
Lihat Juga :