TNI Kembali Tepis Isu Miring Pembatalan Mutasi Letjen Kunto: Cuma Cocokologi
Jum'at, 09 Mei 2025 - 13:44 WIB
loading...
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi isu miring terkait pembatalan mutasi sejumlah perwira tinggi hanya cocokologi. FOTO/JONATHAN SIMANJUNTAK
A
A
A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) membantah isu miring terkait pembatalan mutasi sejumlah perwira tinggi, salah satunya Letjen TNI Kunto Arief Wibowo. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyebut isu liar itu hanyalah cocokologi.
Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meneken Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 tanggal 29 April 2025. Dalam keputusan itu, Laksamana Muda (Laksda) TNI Hersan dipercaya untuk mengemban jabatan Pangkogabwilhan I menggantikan Letjen Arief Kunto Wibowo.
TNI sempat diterpa isu miring bahwa mutasi dan rotasi itu dikaitkan dengan sikap mantan Wapres Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno ikut yang membubuhkan tanda tangan dalam mendukung pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Try Sutrisno merupakan ayah dari Kunto Arief.
"Bahwa ini Letjen Kunto adalah anaknya mantan wapres Pak try Sutrisno, kemudian karena ada tanda tangan para purnawirawan, sehingga harus digeser, distafsuskan, digantikan dengan Hersan yang notabene mantan ajudan dan Sesmilpres zaman Pak Jokowi. Itu kan cocokologi aja," kata Kristomei dikutip, Jumat (9/5/2025).
Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meneken Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 tanggal 29 April 2025. Dalam keputusan itu, Laksamana Muda (Laksda) TNI Hersan dipercaya untuk mengemban jabatan Pangkogabwilhan I menggantikan Letjen Arief Kunto Wibowo.
TNI sempat diterpa isu miring bahwa mutasi dan rotasi itu dikaitkan dengan sikap mantan Wapres Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno ikut yang membubuhkan tanda tangan dalam mendukung pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Try Sutrisno merupakan ayah dari Kunto Arief.
"Bahwa ini Letjen Kunto adalah anaknya mantan wapres Pak try Sutrisno, kemudian karena ada tanda tangan para purnawirawan, sehingga harus digeser, distafsuskan, digantikan dengan Hersan yang notabene mantan ajudan dan Sesmilpres zaman Pak Jokowi. Itu kan cocokologi aja," kata Kristomei dikutip, Jumat (9/5/2025).
Lihat Juga :