Ambisi Kim Jong-un Membangun Pariwisata Korea Utara
Senin, 05 Mei 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Mengapa? Kim Jong-un dan kepemimpinan Korea Utara perlu merenungkan mengapa meskipun ada potensi tersebut, sektor pariwisata mereka tidak maju. Pelajaran penting dapat diambil dari kasus kerja sama pariwisata antar-Korea di masa lalu, yang akhirnya tidak membuahkan hasil nyata.
Program wisata Korea Selatan ke Gunung Geumgang berlangsung dari November 1998 hingga Juli 2018 dihentikan. Begitu juga program wisata ke Gaesong berjalan dari Desember 2007 hingga November 2008 juga mandeg.
Penghentian kerja sama pariwisata antar-Korea sebagian besar dipengaruhi oleh hubungan politik dan militer kedua pihak, tetapi buruknya infrastruktur pariwisata di Korea Utara juga berperan besar. Pertama, pariwisata tidak bisa bertumpu hanya pada pemandangan alam.
Wisatawan tidak hanya mencari fasilitas berkualitas dan atraksi alam, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dengan sejarah, budaya, dan kehidupan sehari-hari negara yang dikunjungi. Bahkan mereka yang menyukai resor pantai mewah biasanya menghabiskan sebagian waktunya untuk berbelanja atau menjelajahi daerah setempat.
Di era digital, para pelancong juga mencari beragam informasi tentang tujuan wisata sebelum berkunjung. Ini membutuhkan transparansi, berbagi informasi, dan lingkungan yang memungkinkan interaksi antara wisatawan dan penduduk lokal.
Inisiatif pariwisata antar-Korea di Gaesong dan Gunung Geumgang gagal memenuhi ekspektasi ini. Faktanya, fokus Korea Utara pada pengembangan wilayah seperti Wonsan-Galma dan Samjiyeon mencerminkan preferensi rezim terhadap lokasi-lokasi di mana wisatawan dapat dengan mudah dipisahkan dari populasi umum.
Kedua, agar pariwisata berkembang, penduduk lokal tidak boleh merasa terasing atau bermusuhan terhadap wisatawan. Ini memerlukan persepsi luas bahwa pendapatan dari pariwisata membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Inisiatif pariwisata antar-Korea di Gunung Geumgang awalnya diharapkan memberi manfaat bagi penduduk Korea Utara. Namun, pada akhirnya malah menimbulkan kecurigaan bahwa sebagian besar dana justru dialihkan untuk pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) Korea Utara, termasuk senjata nuklir, atau masuk ke dana pribadi Kim untuk menopang kekuasaannya.
Program wisata Korea Selatan ke Gunung Geumgang berlangsung dari November 1998 hingga Juli 2018 dihentikan. Begitu juga program wisata ke Gaesong berjalan dari Desember 2007 hingga November 2008 juga mandeg.
Penghentian kerja sama pariwisata antar-Korea sebagian besar dipengaruhi oleh hubungan politik dan militer kedua pihak, tetapi buruknya infrastruktur pariwisata di Korea Utara juga berperan besar. Pertama, pariwisata tidak bisa bertumpu hanya pada pemandangan alam.
Wisatawan tidak hanya mencari fasilitas berkualitas dan atraksi alam, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dengan sejarah, budaya, dan kehidupan sehari-hari negara yang dikunjungi. Bahkan mereka yang menyukai resor pantai mewah biasanya menghabiskan sebagian waktunya untuk berbelanja atau menjelajahi daerah setempat.
Di era digital, para pelancong juga mencari beragam informasi tentang tujuan wisata sebelum berkunjung. Ini membutuhkan transparansi, berbagi informasi, dan lingkungan yang memungkinkan interaksi antara wisatawan dan penduduk lokal.
Inisiatif pariwisata antar-Korea di Gaesong dan Gunung Geumgang gagal memenuhi ekspektasi ini. Faktanya, fokus Korea Utara pada pengembangan wilayah seperti Wonsan-Galma dan Samjiyeon mencerminkan preferensi rezim terhadap lokasi-lokasi di mana wisatawan dapat dengan mudah dipisahkan dari populasi umum.
Kedua, agar pariwisata berkembang, penduduk lokal tidak boleh merasa terasing atau bermusuhan terhadap wisatawan. Ini memerlukan persepsi luas bahwa pendapatan dari pariwisata membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Inisiatif pariwisata antar-Korea di Gunung Geumgang awalnya diharapkan memberi manfaat bagi penduduk Korea Utara. Namun, pada akhirnya malah menimbulkan kecurigaan bahwa sebagian besar dana justru dialihkan untuk pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) Korea Utara, termasuk senjata nuklir, atau masuk ke dana pribadi Kim untuk menopang kekuasaannya.
Lihat Juga :