Anggota DPR Muazzim Akbar: Program MBG Lahirkan Kebiasaan Baru Hidup Sehat
Minggu, 04 Mei 2025 - 14:16 WIB
loading...
Perwakilan BGN dan Komisi IX DPR menyosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur, Jumat (2/5/2025). Foto: Ist
A
A
A
LOMBOK TIMUR - Anggota Komisi IX DPR Muazzim Akbar menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tapi juga melahirkan kebiasaan baru. Masyarakat akan terbiasa dengan pola hidup sehat.
“Program MBG bukan hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” ujar Muazzim dalam sosialisasi program MBG di Kantor Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Jumat (2/5/2025).
Kegiatan ini diikuti 300-an warga. Program MBG memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat karena melibatkan warga lokal sebagai staf dapur yang rata-rata berjumlah 47 orang per dapur.
Baca juga: Tinggalkan Kerumitan Hidup Melalui Gerakan Hidup Sehat di Perkotaan
“Bahan makanan yang digunakan dalam program ini diambil dari petani dan peternak lokal, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sesdep Prokerma Badan Gizi Nasional (BGN) Lalu Muhammad Iwan menjelaskan, program MBG merupakan bagian dari visi besar BGN untuk menciptakan masyarakat sehat secara fisik dan mental melalui pemenuhan gizi.
“Dalam upayanya, BGN menargetkan pembangunan 400 dapur SPPG di seluruh NTB, dengan 30 dapur telah beroperasi sejauh ini. Namun, di Lombok Timur baru terdapat 5 dapur aktif dan Kecamatan Keruak belum memiliki dapur MBG sama sekali,” ujarnya.
“Program MBG bukan hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” ujar Muazzim dalam sosialisasi program MBG di Kantor Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Jumat (2/5/2025).
Kegiatan ini diikuti 300-an warga. Program MBG memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat karena melibatkan warga lokal sebagai staf dapur yang rata-rata berjumlah 47 orang per dapur.
Baca juga: Tinggalkan Kerumitan Hidup Melalui Gerakan Hidup Sehat di Perkotaan
“Bahan makanan yang digunakan dalam program ini diambil dari petani dan peternak lokal, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sesdep Prokerma Badan Gizi Nasional (BGN) Lalu Muhammad Iwan menjelaskan, program MBG merupakan bagian dari visi besar BGN untuk menciptakan masyarakat sehat secara fisik dan mental melalui pemenuhan gizi.
“Dalam upayanya, BGN menargetkan pembangunan 400 dapur SPPG di seluruh NTB, dengan 30 dapur telah beroperasi sejauh ini. Namun, di Lombok Timur baru terdapat 5 dapur aktif dan Kecamatan Keruak belum memiliki dapur MBG sama sekali,” ujarnya.
Lihat Juga :