Dunia Tidak Baik-baik Saja, Kiai Said: Tokoh dan Ormas Agama Harus Jadi Pendamai, Bukan Penonton
Kamis, 01 Mei 2025 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyoroti skenario-skenario asing yang dapat mengganggu stabilitas nasional, mulai dari manipulasi pasar, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi aksi teror baru. Untuk itu, Kiai Said mengusulkan strategi berbasis nilai-nilai spiritual yang diilhami dari Surat Al-Quraisy, antara lain meningkatkan diplomasi dan perdagangan global secara agresif, mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat konsolidasi sosial dan kebangsaan, mewujudkan kedaulatan pangan dan energi berbasis rumah ibadah, dan mendukung BNPT sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional.
"Ke depan, ormas dan tokoh agama tidak hanya sebagai pemadam kebakaran, tetapi harus menjadi aktor strategis dalam sistem manajemen krisis nasional," tandasnya.
Sementara itu, Deputi 1 BNPT Mayjen TNI Sudaryanto menekankan tiga peran utama tokoh agama dan ormas keagamaan dalam menjaga ketahanan nasional. Pertama, sebagai penjaga moral dan etika publik. Kedua, sebagai penyeimbang antara negara dan masyarakat. Ketiga, sebagai pelayan umat dan penggerak pemberdayaan sosial ekonomi.
"Ketiga fungsi ini harus terus dirawat. Dalam semangat kolaborasi, pembangunan bangsa bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan seluruh elemen bangsa," ujar Sudaryanto.
Ia mengajak semua pihak membangun masa depan Indonesia dengan menyeimbangkan antara nilai dan nalar, kebijakan dan keadilan, serta pembangunan dan pengayoman.
"Ke depan, ormas dan tokoh agama tidak hanya sebagai pemadam kebakaran, tetapi harus menjadi aktor strategis dalam sistem manajemen krisis nasional," tandasnya.
Sementara itu, Deputi 1 BNPT Mayjen TNI Sudaryanto menekankan tiga peran utama tokoh agama dan ormas keagamaan dalam menjaga ketahanan nasional. Pertama, sebagai penjaga moral dan etika publik. Kedua, sebagai penyeimbang antara negara dan masyarakat. Ketiga, sebagai pelayan umat dan penggerak pemberdayaan sosial ekonomi.
"Ketiga fungsi ini harus terus dirawat. Dalam semangat kolaborasi, pembangunan bangsa bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan seluruh elemen bangsa," ujar Sudaryanto.
Ia mengajak semua pihak membangun masa depan Indonesia dengan menyeimbangkan antara nilai dan nalar, kebijakan dan keadilan, serta pembangunan dan pengayoman.
(abd)
Lihat Juga :