Pengganti Hasan Nasbi Harus Paham Manajemen Krisis
Rabu, 30 April 2025 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
“Kiranya PCO dan jubir seperti itu yang diperlukan Prabowo. Dengan begitu, PCO dan jubirnya tidak menjadi beban bagi Prabowo,” tuturnya.
Keputusan Hasan Nasbi mundur dari Kepala PCO sudah diduga sebelumnya oleh Jamiluddin. “Hasan Nasbi sudah tidak lagi melaksanakan fungsi juru bicara presiden sejak Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mensesneg Prasetyo Hadi menjadi jubir presiden,” katanya.
Baca juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Hasan Nasbi, Kepala PCO yang Mengundurkan Diri
Dia melanjutkan, setidaknya sejak itu Hasan Nasbi sudah tidak lagi muncul sebagai Kepala PCO dan jubir presiden. “Sejak itu, Hasan Nasbi tampaknya menyadari bahwa dirinya sudah tidak dikehendaki Presiden Prabowo. Hal itu semakin disadari Hasan Nasbi setelah Presiden Prabowo mengakui ada kelemahan komunikasi pemerintah dan mengatakan akan memperbaikinya,” kata Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Dia menilai mundurnya Hasan Nasbi tampaknya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas ketidakmampuannya melaksanakan fungsi dan tugas sebagai kepala PCO dan jubir presiden. “Hasan Nasbi tampaknya mengambil sikap mendahului daripada dipecat. Cara ini tentu jauh lebih elegan,” imbuhnya.
Dia menuturkan, idealnya pengganti Hasan Nasbi harus sosok yang kredibel. Menurut dia, syarat ini diperlukan agar pesan-pesan yang disampaikan dapat dipercaya dan diterima masyarakat.
Keputusan Hasan Nasbi mundur dari Kepala PCO sudah diduga sebelumnya oleh Jamiluddin. “Hasan Nasbi sudah tidak lagi melaksanakan fungsi juru bicara presiden sejak Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mensesneg Prasetyo Hadi menjadi jubir presiden,” katanya.
Baca juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Hasan Nasbi, Kepala PCO yang Mengundurkan Diri
Dia melanjutkan, setidaknya sejak itu Hasan Nasbi sudah tidak lagi muncul sebagai Kepala PCO dan jubir presiden. “Sejak itu, Hasan Nasbi tampaknya menyadari bahwa dirinya sudah tidak dikehendaki Presiden Prabowo. Hal itu semakin disadari Hasan Nasbi setelah Presiden Prabowo mengakui ada kelemahan komunikasi pemerintah dan mengatakan akan memperbaikinya,” kata Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Dia menilai mundurnya Hasan Nasbi tampaknya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas ketidakmampuannya melaksanakan fungsi dan tugas sebagai kepala PCO dan jubir presiden. “Hasan Nasbi tampaknya mengambil sikap mendahului daripada dipecat. Cara ini tentu jauh lebih elegan,” imbuhnya.
Dia menuturkan, idealnya pengganti Hasan Nasbi harus sosok yang kredibel. Menurut dia, syarat ini diperlukan agar pesan-pesan yang disampaikan dapat dipercaya dan diterima masyarakat.
Lihat Juga :