Sri Gusni Perindo Ingatkan Perempuan di Dunia Politik Bukan Sekadar Pelengkap
Sabtu, 26 April 2025 - 18:31 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Gusni Febriasari menjadi pembicara pada Seminar Kartini 2025 di Balai Sidang Djokosoetono, FH UI, Depok, Sabtu (26/4/2025). Foto: Binti Mufarida
A
A
A
DEPOK - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Gusni Febriasari mengkritik praktik politik yang masih memperlakukan perempuan sebagai pelengkap. Dia menyoroti pentingnya kerja keras dan aksi nyata untuk memperbaiki budaya politik yang telah mengakar kuat.
“Hari ini mungkin kami sangat mengapresiasi untuk teman-teman karena ramah terhadap kami-kami yang memilih, memilih untuk berpolitik seperti terlihat sebagai perwakilan dari Partai Perindo,” ujar Sri Gusni saat menghadiri Seminar Kartini 2025: Perempuan Pekerja Keras: Kartini Masa Kini di Balai Sidang Djokosoetono, FH UI, Depok, Sabtu (26/4/2025).
Baca juga: Dana Khusus Rp252 Miliar dari Kementerian PPPA, Sri Gusni Perindo: Angin Segar Kelompok Rentan
Dia berbagi pengalaman pribadinya dalam berorganisasi semasa kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat pada 2007. Dia menilai sejak masa itu budaya politik yang problematik sudah tampak dan hingga hari ini belum sepenuhnya berubah.
“Leadership ini yang pada akhirnya membentuk kita menjadi seorang pemimpin ataupun seorang individu yang memiliki ketahanan atau memiliki hal yang mau kita perjuangkan tadi,” katanya.
Menurut Sri Gusni, perubahan dalam dunia politik tidak cukup hanya dengan idealisme. Upaya perlawanan terhadap budaya yang salah harus dibangun di atas kerja keras dan aksi nyata.
Tidak hanya berbicara tentang pentingnya kerja keras, dia juga menyinggung ketidakadilan sistemik yang dialami perempuan dalam dunia politik, terutama terkait penerapan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam Pemilu.
“Hari ini mungkin kami sangat mengapresiasi untuk teman-teman karena ramah terhadap kami-kami yang memilih, memilih untuk berpolitik seperti terlihat sebagai perwakilan dari Partai Perindo,” ujar Sri Gusni saat menghadiri Seminar Kartini 2025: Perempuan Pekerja Keras: Kartini Masa Kini di Balai Sidang Djokosoetono, FH UI, Depok, Sabtu (26/4/2025).
Baca juga: Dana Khusus Rp252 Miliar dari Kementerian PPPA, Sri Gusni Perindo: Angin Segar Kelompok Rentan
Dia berbagi pengalaman pribadinya dalam berorganisasi semasa kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat pada 2007. Dia menilai sejak masa itu budaya politik yang problematik sudah tampak dan hingga hari ini belum sepenuhnya berubah.
“Leadership ini yang pada akhirnya membentuk kita menjadi seorang pemimpin ataupun seorang individu yang memiliki ketahanan atau memiliki hal yang mau kita perjuangkan tadi,” katanya.
Menurut Sri Gusni, perubahan dalam dunia politik tidak cukup hanya dengan idealisme. Upaya perlawanan terhadap budaya yang salah harus dibangun di atas kerja keras dan aksi nyata.
Tidak hanya berbicara tentang pentingnya kerja keras, dia juga menyinggung ketidakadilan sistemik yang dialami perempuan dalam dunia politik, terutama terkait penerapan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam Pemilu.
Lihat Juga :