Legislator Gerindra Ungkap Perintah Presiden Bawa Angin Segar Tertibkan Truk ODOL
Jum'at, 25 April 2025 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pada prinsipnya Komisi V DPR juga menyarankan kepada pengusaha-pengusaha angkutan untuk tertib dan patuh terhadap aturan yang berlaku. Dia melanjutkan, jangan sampai pengusaha justru mengabaikan keselamatan sopir dan masyarakat lainnya demi keuntungan pribadi.
"Menurut saya kalau mereka mengacu pada kelayakan kendaraan, daya tahan kendaraan, pemeliharaan, dan kelayakan berjalan itu tentu akan lebih lama di saat kendaraan itu berjalan dengan standar dengan muatan yang normal dibandingkan dengan dipaksakan, mungkin umur kendaraannya lebih cepat rusak dibandingkan kalau mereka memungsikan kendaraan secara normal," ucapnya.
Dia menilai bila pengusaha atau perusahaan logistik tertib dan mau menambah jumlah kendaraan, maka lapangan pekerjaan dipastikan bakal terbuka luas bagi masyarakat. Dia pun menyinggung mengenai tanggung jawab perusahaan logistik terhadap pekerja atau sopirnya.
Sejauh ini, dia melihat sopirlah yang lebih banyak menanggung risiko saat kendaraannya mengalami kecelakaan. "Nah ini juga tentu tidak menimbulkan efek jera yang maksimal, kalau kita melihatnya lebih bagus sebaiknya pemilik kendaraannya atau perusahaan-perusahaan logistik ini yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap keselamatan tersebut, apalagi menggunakan truk-truk di luar standar,” pungkasnya.
"Menurut saya kalau mereka mengacu pada kelayakan kendaraan, daya tahan kendaraan, pemeliharaan, dan kelayakan berjalan itu tentu akan lebih lama di saat kendaraan itu berjalan dengan standar dengan muatan yang normal dibandingkan dengan dipaksakan, mungkin umur kendaraannya lebih cepat rusak dibandingkan kalau mereka memungsikan kendaraan secara normal," ucapnya.
Dia menilai bila pengusaha atau perusahaan logistik tertib dan mau menambah jumlah kendaraan, maka lapangan pekerjaan dipastikan bakal terbuka luas bagi masyarakat. Dia pun menyinggung mengenai tanggung jawab perusahaan logistik terhadap pekerja atau sopirnya.
Sejauh ini, dia melihat sopirlah yang lebih banyak menanggung risiko saat kendaraannya mengalami kecelakaan. "Nah ini juga tentu tidak menimbulkan efek jera yang maksimal, kalau kita melihatnya lebih bagus sebaiknya pemilik kendaraannya atau perusahaan-perusahaan logistik ini yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap keselamatan tersebut, apalagi menggunakan truk-truk di luar standar,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :