Respons Mendiktisaintek Soal TNI Masuk Kampus: Bisa Mengisi Materi
Kamis, 24 April 2025 - 09:31 WIB
loading...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto tak mempermasalahkan TNI masuk kampus selagi ada kerja sama di bidang akademik. Menurut dia, kampus tempat yang terbuka. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto tak mempermasalahkan TNI masuk kampus selagi ada kerja sama di bidang akademik. Menurut dia, kampus tempat yang terbuka.
"Kalau dari kami dalam konteks kerja sama penelitian, kerja sama kuliah akademik mengisi materi dan sebagainya kampus itu adalah tempat terbuka dan sudah banyak berjalan sebenarnya," ujar Brian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
Baca juga: TNI AD Tegaskan Tak Ada Intervensi oleh Tentara di Kampus
Selain TNI, kampus juga terbuka bagi kalangan industri dan profesional lain dalam membantu proses pengajaran hingga penelitian. Atas dasar itu, kampus merupakan tempat terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak.
"Dan ini harapannya bisa dihasilkan produk inovasi yang lebih baik sekarang. Misalnya kami dengan Pindad itu kan industri angkatan juga, ya industri senjata tentu kaitannya dengan TNI dan sebagainya. Kami bekerja sama untuk menemukan berbagai hal kaitannya apakah kemandirian industri senjata atau industri untuk mendukung pelaksanaan pertahanan di Indonesia. Jadi tidak ada masalah," ungkapnya.
Seperti diketahui, peristiwa masuknya aparat TNI ke kampus berulang terjadi usai pengesahan Revisi UU TNI pada Maret 2025. Pertemuan pada 24 Maret 2025 terjadi antara BEM dan Kodim 0701 Banyumas, Jawa Tengah, yang dilatarbelakangi aksi protes RUU TNI pada 21 Maret 2025.
Empat hari setelahnya, mahasiswa Papua merasa terancam dengan beredarnya surat dari Komando Distrik Militer 1707/Merauke yang dikirimkan kepada Sekretariat Daerah Merauke untuk meminta data mahasiswa.
"Kalau dari kami dalam konteks kerja sama penelitian, kerja sama kuliah akademik mengisi materi dan sebagainya kampus itu adalah tempat terbuka dan sudah banyak berjalan sebenarnya," ujar Brian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
Baca juga: TNI AD Tegaskan Tak Ada Intervensi oleh Tentara di Kampus
Selain TNI, kampus juga terbuka bagi kalangan industri dan profesional lain dalam membantu proses pengajaran hingga penelitian. Atas dasar itu, kampus merupakan tempat terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak.
"Dan ini harapannya bisa dihasilkan produk inovasi yang lebih baik sekarang. Misalnya kami dengan Pindad itu kan industri angkatan juga, ya industri senjata tentu kaitannya dengan TNI dan sebagainya. Kami bekerja sama untuk menemukan berbagai hal kaitannya apakah kemandirian industri senjata atau industri untuk mendukung pelaksanaan pertahanan di Indonesia. Jadi tidak ada masalah," ungkapnya.
Seperti diketahui, peristiwa masuknya aparat TNI ke kampus berulang terjadi usai pengesahan Revisi UU TNI pada Maret 2025. Pertemuan pada 24 Maret 2025 terjadi antara BEM dan Kodim 0701 Banyumas, Jawa Tengah, yang dilatarbelakangi aksi protes RUU TNI pada 21 Maret 2025.
Empat hari setelahnya, mahasiswa Papua merasa terancam dengan beredarnya surat dari Komando Distrik Militer 1707/Merauke yang dikirimkan kepada Sekretariat Daerah Merauke untuk meminta data mahasiswa.
Lihat Juga :