Berita Hoaks COVID-19, MPR Minta Pers Sajikan Informasi Berbasis Fakta
Minggu, 06 September 2020 - 09:55 WIB
loading...
Pimpinan MPR RI menghadiri acara Press Gathering Wartawan Koordinatoriat MPR di Anyer, Banten, Sabtu (5/9/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan sedikitnya 1.401 konten hoaks dan disinformasi terkait COVID-19 per 5 Mei 2020.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengungkapkan keprihatinannya atas fakta tersebut. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat terhimpit dampak pandemi COVID-19, masih ada saja pihak-pihak tak bertangggung jawab yang mencederai psikologis masyarakat dengan menyebarluaskan informasi menyesatkan.
"Pers harus bisa menyajikan informasi utuh berbasis fakta, sehingga jika ada masyarakat yang ragu terhadap informasi yang ia dapat dari media sosial, bisa menkonfirmasinya melalui pers. Karenanya, pers tak boleh ikut-ikutan menggunakan cara-cara bombastis umpan click (clickbait) hanya demi mengejar jumlah target pembaca," kata Bamsoet dalam acara Press Gathering Wartawan Koordinatoriat MPR di Anyer, Banten, Sabtu (5/9/2020). (Baca juga: Ancaman Hoaks Terhadap Kedaulatan NKRI di Dunia Siber )
Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Hadir pula pimpinan Fraksi MPR RI antara lain Idris Laena (Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP) dan Intsiawati Ayus (Kelompok DPD).
Bamsoet meyakini di tengah derasnya gempuran digitalisasi dengan hadirnya pendengung (buzzer) hingga influencer yang terkadang menjadi referensi masyarakat mendapatkan informasi, pers masih memiliki peran yang signifikan. Khususnya sebagai kekuatan publik yang merepresentasikan fungsi kontrol dan kritik rakyat terhadap jalannya roda pemerintahan. Dahsyatnya digitalisasi justru harus dijadikan tantangan bagi pers untuk memberikan pelayanan informasi yang mendalam, akurat, objektif dan berimbang.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengungkapkan keprihatinannya atas fakta tersebut. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat terhimpit dampak pandemi COVID-19, masih ada saja pihak-pihak tak bertangggung jawab yang mencederai psikologis masyarakat dengan menyebarluaskan informasi menyesatkan.
"Pers harus bisa menyajikan informasi utuh berbasis fakta, sehingga jika ada masyarakat yang ragu terhadap informasi yang ia dapat dari media sosial, bisa menkonfirmasinya melalui pers. Karenanya, pers tak boleh ikut-ikutan menggunakan cara-cara bombastis umpan click (clickbait) hanya demi mengejar jumlah target pembaca," kata Bamsoet dalam acara Press Gathering Wartawan Koordinatoriat MPR di Anyer, Banten, Sabtu (5/9/2020). (Baca juga: Ancaman Hoaks Terhadap Kedaulatan NKRI di Dunia Siber )
Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Hadir pula pimpinan Fraksi MPR RI antara lain Idris Laena (Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP) dan Intsiawati Ayus (Kelompok DPD).
Bamsoet meyakini di tengah derasnya gempuran digitalisasi dengan hadirnya pendengung (buzzer) hingga influencer yang terkadang menjadi referensi masyarakat mendapatkan informasi, pers masih memiliki peran yang signifikan. Khususnya sebagai kekuatan publik yang merepresentasikan fungsi kontrol dan kritik rakyat terhadap jalannya roda pemerintahan. Dahsyatnya digitalisasi justru harus dijadikan tantangan bagi pers untuk memberikan pelayanan informasi yang mendalam, akurat, objektif dan berimbang.
Lihat Juga :