Kemhan: Pembelian Pesawat Tempur Canggih F-15EX Tunggu Kemenkeu

Kamis, 17 April 2025 - 23:37 WIB
loading...
Kemhan: Pembelian Pesawat...
Kementerian Pertahanan (Kemhan) hingga saat ini masih mengkaji tindak lanjut pembelian pesawat jet tempur mutakhir F-15EX. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan ( Kemhan ) hingga saat ini masih mengkaji tindak lanjut pembelian pesawat jet tempur mutakhir F-15EX. Selama belum ada kontrak pembelian yang ditandatangani, maka belum ada keterikatan untuk membeli pesawat tempur canggih buatan produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing, tersebut.

Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang mengungkapkan pembelian alutsista harus dikalkulasi secara cermat terkait dengan unit yang akan dibeli dan kebutuhannya agar selaras dengan kekuatan keuangan negara. Terlebih lagi, kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini yang tengah dalam situasi tidak ideal sehingga pemerintah perlu ada penyesuaian anggaran.

‘’Kementerian Pertahanan ada pada posisi mendukung keputusan pemerintah. Kembali lagi nanti keputusan ada di pemerintah pusat dan Kementerian keuangan,” papar Frega dalam webinar “Kamu Bertanya, Kemhan Menjawab” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Baca juga: Akuisisi F-15EX, Jalan Terang Menuju Supremasi-Superioritas Udara

Selain itu, proses pembelian pesawat jet tempur seperti F-15EX dari Boeing itu sifatnya adalah pembiayaan multiyears yang bisa memakan waktu 6 hingga 7 tahun.

“Selama belum ada kontrak yang ditandatangani, kita belum ada keterikatan untuk membeli dan tentunya dengan kondisi saat ini proses masih berjalan, walau dari pemberitaan sempat ada penandatanganan MoU,” kata jenderal bintang satu ini.

Baca juga: Meski Bayar Nyicil, Prabowo Ingin Indonesia Punya Jet Tempur F-15EX

Meski begitu, Frega meyakinkan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan oleh pemerintah tidak akan berpengaruh pada upaya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah dengan sumber daya yang ada.

Seperti diberitakan, Boeing Company mendorong agar Presiden Prabowo Subianto segera menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembelian jet tempur F-15 yang diteken di The Boeing Company, St Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2023 saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Semula, Indonesia diproyeksikan memboyong 36 unit jet F-15. Namun, kini kabar terbaru Indonesia hanya akan mengakuisi 24 unit. Nominal kontrak per unit lebih dari USD100 juta atau sekitar Rp1,68 triliun.

Kemhan: Pembelian Pesawat Tempur Canggih F-15EX Tunggu Kemenkeu


Sedikit gambaran, jet tempur ini F-15EX memiliki banyak keunggulan. Salah satunya, F-15EX dapat membawa muatan hingga 29.500 pound (sekitar 13.380 kilogram). Karena itu, jet tempur canggih ini bisa mengangkut lebih banyak senjata dibandingkan generasi lama. Struktur pesawat F-15EX juga dibuat lebih kuat untuk penggunaan hingga 20.000 jam terbang.

Di samping itu, F-15EX merupakan versi paling canggih dari F-15. Pesawat tempur ini dapat mengangkut berbagai macam senjata dari rudal udara-ke-udara jarak menengah sampai jarak jauh, bom hingga bisa dilengkapi juga dengan senjata mesin. Selain itu, jet tempur ini juga dibenamkan sistem radar canggih AN/APG-82 Raytheon Technologies yang membuat pesawat dapat melacak target dengan akurasi yang tinggi.

Webinar yang dimoderatori Co-Founder ISDS, Erik Purnama Putra ini berlangsung selama 60 menit dengan format tanya jawab secara langsung antara peserta dengan Brigjen Frega Wenas. Selain seputar jet tempur F-15EX, banyak tema-tema menarik yang muncul dalam webinar tersebut, yakni kemungkinan rencana penerapan wajib militer di Indonesia, situasi keamanan di Papua, kolaborasi memperluas teknologi drone, keamanan siber, hingga rudal balistik antara Indonesia dan Qatar, keunggulan industri pertahanan dalam negeri yang tidak kalah dengan negara lain, dan lain sebagainya.

Menurut CEO ISDS Dwi Sasongko, webinar merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh lembaganya untuk meningkatkan komunikasi antara Masyarakat dengan instansi-instansi pemerintah terkait isu pertahanan. Dia berharap, event seperti ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik terkait isu-isu pertahanan di Indonesia.

"Kami melihat perlu adanya dialog antara masyarakat dengan pihak Kementerian Pertahanan secara langsung terkait isu-isu pertahanan," ujar Dwi yang juga Co-Founder ISDS ini.

Webinar ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, di antaranya dari mahasiswa, dosen, aktivis, pemerhati isu pertahanan, masyarakat umum, hingga awak media.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved