Idrus Puji Presiden Prabowo Ajak Dialog Tokoh Kritis

Minggu, 13 April 2025 - 16:38 WIB
loading...
Idrus Puji Presiden...
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. Foto/Dok SindoNews/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Keinginan Presiden Prabowo Subianto mengajak tokoh-tokoh kritis untuk berdialog duduk semeja dipuji oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham . Idrus berpendapat, hal tersebut menunjukkan kepemimpinan Prabowo yang terbuka dan autentik.

“Ini bukan strategi politik semata. Ini sikap tulus seorang pemimpin yang ingin mendengar langsung berbagai pandangan, termasuk kritik tajam," ujar Idrus, Minggu (13/4/2025).

Langkah awal sudah terlihat saat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bertemu dengan Rocky Gerung dan sejumlah pengamat. Idrus melihat inilah bentuk kepemimpinan yang menjadikan dialog sebagai dasar membangun bangsa.

Baca juga: Momen Prabowo Diantar Langsung Presiden Mesir ke Bandara Menuju Qatar



Idrus pun menyoroti bahwa Prabowo tidak cuma ingin membangun koalisi politik, tapi juga koalisi pemikiran. Idrus mengatakan, dialog kritis yang terbuka penting untuk memperkaya kebijakan.

"Koalisi tidak harus soal kursi atau jabatan. Tapi bisa dibangun lewat pertukaran ide dan visi," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ajakan Presiden Prabowo tersebut menunjukkan keinginan kuat untuk membangun harmoni dalam perbedaan. Dialog dengan tokoh-tokoh kritis dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai kebangsaan dan rasionalitas.

"Bangsa ini besar karena perbedaan. Kalau semua diajak bicara, semua akan merasa dilibatkan," imbuhnya.

Menurut dia, Prabowo sedang memberi contoh bagaimana kritik bisa menjadi energi positif. "Kalau semua pihak mau duduk semeja, kita bisa cari solusi, bukan hanya saling serang. Ini yang dibutuhkan bangsa hari,” pungkasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berpendapat bahwa sikap Prabowo dan respons Idrus tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim intelektual yang sehat. "Bukan zamannya lagi kritik cuma jadi tontonan. Harus ada solusi. Harus ada arah," kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil menuturkan, ajakan dialog ini bukan untuk menumpulkan kritik, tapi justru mendorong tradisi berpikir kritis yang bertanggung jawab. Menurutnya, kebebasan berpikir harus dibarengi etika, bukan emosi.

"Kritik beda dengan umpatan. Mengkritik untuk membangun, bukan menyerang pribadi atau menebar kebencian," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Rekomendasi
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved