Buang PDIP, Pengamat Nilai Keputusan Mulyadi-Ali Mukhni Rasional
Sabtu, 05 September 2020 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Pangi pun mengakui pengembalian surat dukungan ke PDIP punya kesan tidak etis. Akan tetapi, Mulyadi-Ali Muhkni memilih risiko tersebut ketimbang kehilangan dukungan masyarakat.
"Kalau PDIP tetap dipertahankan berada dalam koalisi Mulyadi-Ali Mukhni, jelas tidak menguntungkan. Pasangan ini akan menjadi bulan-bulanan, dan bakal akan terus di-downgrade. Lawan akan terus menggoreng isu ini. Tentu saja pasangan ini nggak mau menghabiskan energi untuk hal-hal tersebut," ungkapnya.
(Baca: Kembalikan SK Dukungan PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni Ogah Jadi Bulan-bulanan di Pilgub Sumbar)
Menurut Pangi, keputusan pasangan Mulyadi-Ali Mukhni untuk mengembalikan surat dukungan tersebut tentu telah melalui pertimbangan yang matang.
"Karena setelah mereka mencermati dan mengamati sentimen orang Minang yang sangat marah. Tidak mungkin mempertahankan PDIP, sudahlah nggak punya kursi di Sumbar, berulah pula petingginya," pungkasnya.
"Kalau PDIP tetap dipertahankan berada dalam koalisi Mulyadi-Ali Mukhni, jelas tidak menguntungkan. Pasangan ini akan menjadi bulan-bulanan, dan bakal akan terus di-downgrade. Lawan akan terus menggoreng isu ini. Tentu saja pasangan ini nggak mau menghabiskan energi untuk hal-hal tersebut," ungkapnya.
(Baca: Kembalikan SK Dukungan PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni Ogah Jadi Bulan-bulanan di Pilgub Sumbar)
Menurut Pangi, keputusan pasangan Mulyadi-Ali Mukhni untuk mengembalikan surat dukungan tersebut tentu telah melalui pertimbangan yang matang.
"Karena setelah mereka mencermati dan mengamati sentimen orang Minang yang sangat marah. Tidak mungkin mempertahankan PDIP, sudahlah nggak punya kursi di Sumbar, berulah pula petingginya," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :