Pendapat Tokoh Nasional tentang Tarif Impor Amerika, Bisa Jadi Keuntungan bagi Indonesia?
Jum'at, 11 April 2025 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, meskipun tarif yang diberlakukan AS mencapai 32%, dampaknya terhadap Indonesia diperkirakan hanya sekitar 10% secara riil. Ia menyatakan beban dari kenaikan tarif ini justru lebih besar akan ditanggung oleh pengusaha dan konsumen di AS.
JK mencontohkan produk ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, suku cadang otomotif, dan komponen elektronik tetap akan menjadi kebutuhan pasar Amerika. Setelah diolah di AS, produk-produk tersebut akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, meskipun harus melalui tarif tambahan.
Ia meyakini permintaan terhadap produk Indonesia tidak akan hilang begitu saja. Produk-produk seperti pakaian, sepatu, sabun, dan minyak goreng tetap memiliki daya saing dan akan terus dibutuhkan oleh konsumen di Amerika Serikat.
Meskipun kebijakan tarif impor AS memunculkan kekhawatiran, beberapa tokoh nasional melihat peluang di balik tantangan tersebut. Pemerintah dinilai responsif dengan mempersiapkan langkah strategis dan diplomasi perdagangan untuk menjaga stabilitas ekspor Indonesia.
Pendekatan diplomatik yang diambil oleh pemerintah Indonesia serta kesiapan untuk melakukan deregulasi menjadi sinyal positif bahwa negara ini tidak tinggal diam. Komitmen untuk memperkuat posisi Indonesia di perdagangan global tetap menjadi prioritas utama.
JK mencontohkan produk ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, suku cadang otomotif, dan komponen elektronik tetap akan menjadi kebutuhan pasar Amerika. Setelah diolah di AS, produk-produk tersebut akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, meskipun harus melalui tarif tambahan.
Ia meyakini permintaan terhadap produk Indonesia tidak akan hilang begitu saja. Produk-produk seperti pakaian, sepatu, sabun, dan minyak goreng tetap memiliki daya saing dan akan terus dibutuhkan oleh konsumen di Amerika Serikat.
Meskipun kebijakan tarif impor AS memunculkan kekhawatiran, beberapa tokoh nasional melihat peluang di balik tantangan tersebut. Pemerintah dinilai responsif dengan mempersiapkan langkah strategis dan diplomasi perdagangan untuk menjaga stabilitas ekspor Indonesia.
Pendekatan diplomatik yang diambil oleh pemerintah Indonesia serta kesiapan untuk melakukan deregulasi menjadi sinyal positif bahwa negara ini tidak tinggal diam. Komitmen untuk memperkuat posisi Indonesia di perdagangan global tetap menjadi prioritas utama.
(abd)
Lihat Juga :