Pendapat Tokoh Nasional tentang Tarif Impor Amerika, Bisa Jadi Keuntungan bagi Indonesia?
Jum'at, 11 April 2025 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Instruksi Presiden Prabowo disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menjelaskan bahwa langkah deregulasi dan penyederhanaan aturan akan segera dilakukan. Ini termasuk peninjauan terhadap Non-Tariff Measures (NTMs) yang dinilai memperlambat laju ekspor Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati juga bersuara terkait kebijakan tersebut. Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Deni Surjantoro, kementerian menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah mitigasi untuk menanggulangi dampak negatif kebijakan tersebut.
Menurut Deni, meskipun tarif 32% tampak signifikan, kebijakan ini juga dapat menciptakan peluang strategis bagi Indonesia. Negara-negara yang terdampak kebijakan tarif tinggi bisa jadi akan memindahkan kegiatan industrinya ke wilayah yang lebih stabil, dan Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan utama.
Deni menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, serta menyesuaikan kebijakan fiskal dan perdagangan guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.
Baca juga: Trump Melunak Soal Tarif, Kurs Rupiah Balik Menguat usai Hampir Ambruk ke Rp17 Ribu
Di sisi lain, Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati juga bersuara terkait kebijakan tersebut. Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Deni Surjantoro, kementerian menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah mitigasi untuk menanggulangi dampak negatif kebijakan tersebut.
Menurut Deni, meskipun tarif 32% tampak signifikan, kebijakan ini juga dapat menciptakan peluang strategis bagi Indonesia. Negara-negara yang terdampak kebijakan tarif tinggi bisa jadi akan memindahkan kegiatan industrinya ke wilayah yang lebih stabil, dan Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan utama.
Deni menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, serta menyesuaikan kebijakan fiskal dan perdagangan guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.
Baca juga: Trump Melunak Soal Tarif, Kurs Rupiah Balik Menguat usai Hampir Ambruk ke Rp17 Ribu
Lihat Juga :