One Way Kalikangkung-Pejagan Dilewati 3.000 Kendaraan Per Jam
Sabtu, 05 April 2025 - 11:50 WIB
loading...
Rekayasa lalu lintas one way lokal dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang masih diberlakukan hingga Pejagan, seiring peningkatan volume kendaraan. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Rekayasa lalu lintas sistem one way lokal dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah masih diberlakukan hingga Pejagan, seiring peningkatan volume kendaraan. Pantauan di lapangan arus lalu lintas terpantau ramai lancar pada Sabtu (5/4/2025).
Menurut Korlantas Polri, indikator utamanya adalah volume kendaraan menembus lebih dari 3.000 unit per jam.
Baca juga: Pemudik Wajib Tahu! Ini Rekayasa Lalu Lintas Puncak Arus Balik Lebaran Pada 5 April 2025
Penerapan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian arus balik Lebaran 2025 yang diprediksi memuncak pada 4-7 April 2025.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Slamet Santoso menjelaskan, kebijakan tersebut berdasarkan pemantauan langsung terhadap bangkitan arus kendaraan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
“Volume kendaraan ini per jam, kalau di Kalikangkung di atas 3.000 per jam. Jadi tiga jam berturut-turut, maka kita berlakukan one way lokal,” ujarnya di GT Kalikangkung, Semarang, Sabtu (5/4/2025).
Ia menjelaskan, lonjakan kendaraan datang dari berbagai arah, terutama dari Solo, Bawen, dan Jawa Timur.
Baca juga: Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
Menurut Slamet, indikator utama yang digunakan untuk mengaktifkan sistem one way adalah volume lalu lintas yang tinggi dan konsisten selama beberapa jam.
“Perhitungan di atas 3.000 per jam. Kalau seperti itu terus, kita terapkan one way supaya arus bisa tetap lancar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat situasional dan dapat berubah sesuai dinamika di lapangan.
“Kalau memang dari perhitungan bangkitan arus lalu lintas itu sudah reda, ya itu mungkin bisa kita tutup atau kita lanjutkan ke one way nasional nanti,” ujarnya.
Pada Sabtu (5/4/2025), arus kendaraan masih ramai lancar di entrance Kalikangkung. Dalam dua jam (08.00-10.00 WIB) volume kendaraan di entrance mencapai 3.400-3.500 unit per jam.
Menurut Korlantas Polri, indikator utamanya adalah volume kendaraan menembus lebih dari 3.000 unit per jam.
Baca juga: Pemudik Wajib Tahu! Ini Rekayasa Lalu Lintas Puncak Arus Balik Lebaran Pada 5 April 2025
Penerapan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian arus balik Lebaran 2025 yang diprediksi memuncak pada 4-7 April 2025.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Slamet Santoso menjelaskan, kebijakan tersebut berdasarkan pemantauan langsung terhadap bangkitan arus kendaraan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
“Volume kendaraan ini per jam, kalau di Kalikangkung di atas 3.000 per jam. Jadi tiga jam berturut-turut, maka kita berlakukan one way lokal,” ujarnya di GT Kalikangkung, Semarang, Sabtu (5/4/2025).
Ia menjelaskan, lonjakan kendaraan datang dari berbagai arah, terutama dari Solo, Bawen, dan Jawa Timur.
Baca juga: Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
Menurut Slamet, indikator utama yang digunakan untuk mengaktifkan sistem one way adalah volume lalu lintas yang tinggi dan konsisten selama beberapa jam.
“Perhitungan di atas 3.000 per jam. Kalau seperti itu terus, kita terapkan one way supaya arus bisa tetap lancar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat situasional dan dapat berubah sesuai dinamika di lapangan.
“Kalau memang dari perhitungan bangkitan arus lalu lintas itu sudah reda, ya itu mungkin bisa kita tutup atau kita lanjutkan ke one way nasional nanti,” ujarnya.
Pada Sabtu (5/4/2025), arus kendaraan masih ramai lancar di entrance Kalikangkung. Dalam dua jam (08.00-10.00 WIB) volume kendaraan di entrance mencapai 3.400-3.500 unit per jam.
(shf)
Lihat Juga :