Kemenag: Secara Hisab 1 Syawal 1446 H Jatuh Pada 31 Maret 2025
Sabtu, 29 Maret 2025 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.
Sementara menurut Cecep, pada saat Magrib 29 Maret 2025, posisi bulan di Indonesia tingginya minus 3 derajat 15 menit 28 detik sampai minus 1 derajat 4 menit 34 detik, dengan sudut elongasi antara minus 1 derajat 36 menit 23 detik sampai 1 derajat 12 menit 53 detik.
Baca juga: Menag Harap 1 Ramadan dan Idulfitri 2025 Sama dengan Muhammadiyah
Maka dari itu, lanjut Cecep, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal maka secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Syawal jatuh pada 31 Maret 2025.
Sementara menurut Cecep, pada saat Magrib 29 Maret 2025, posisi bulan di Indonesia tingginya minus 3 derajat 15 menit 28 detik sampai minus 1 derajat 4 menit 34 detik, dengan sudut elongasi antara minus 1 derajat 36 menit 23 detik sampai 1 derajat 12 menit 53 detik.
Baca juga: Menag Harap 1 Ramadan dan Idulfitri 2025 Sama dengan Muhammadiyah
Maka dari itu, lanjut Cecep, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal maka secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Syawal jatuh pada 31 Maret 2025.
(shf)
Lihat Juga :