Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tarawih Bersama Siswa di Masjid Al-Falah, Ini Pesannya

Kamis, 27 Maret 2025 - 20:50 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti...
Pada 10 hari terakhir Ramadan 2025 Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan ceramah Tarawih di Masjid Al-Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pada 10 hari terakhir Ramadan 2025 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan ceramah Tarawih di Masjid Al-Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/25).

Hadir dengan naik MRT, Abdul Mu’ti menolak jemputan motor memilih berjalan kaki dari Stasiun MRT Bendungan Hilir ke Masjid Al-Falah yang berjarak kurang dari 600 meter untuk memberikan ceramah dan menunaikan salat tarawih bersama.

Baca juga: Mendikdasmen: Membaca adalah Fondasi Peradaban Bangsa

Usai salat tarawih, sejumlah puluhan siswa mendekat menyalami Abdul Mu’ti seraya menyodorkan jurnal, buku tugas pembelajaran selama bulan Ramadan untuk ditandatangani.

Mu’ti menyapa akrab mereka dengan panggilan Gaes, yang disambut tawa jamaah, satu per satu catatan Jurnal Ramadan dibaca dan ditandatangani.



Salah seorang siswa yang meminta tandatangan, Umar Alhafidz (12) siswa SDN 12 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mengungkapkan bangga dan kegembiraan mendapat tandatangan Mendikdasmen.

“Saya sangat bersemangat sekali ketika mengetahui Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu’ti akan memberikan ceramah tarawih,” ucapnya.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Menteri Populer di Medsos

Hafidz, begitu panggilannya mengaku menyimak dan mencatat ceramah Mendikdasmen.

“Saya menyimak isi ceramah beliau dan mencatatnya di buku Jurnal kegiatan Ramadan. Setelah selesai Tarawih saya meminta tanda tangan beliau di buku Jurnal. Saya sangat senang sekali beliau tersenyum sambil menandatangani buku”, ucapnya lebih lanjut.

Sementara itu, Abdul Mu’ti mengungkapkan kegembiraannya melihat anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik ceramahnya.

“Alhamdulillah, senang sekali menandatangani catatan ceramah Ramadan di Masjid Al-Falah Benhil. Anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik” ucapnya sambil tersenyum.

Meninggalkan Zuur


Mu’ti dalam ceramah Tarawihnya mengingatkan agar Ramadan ini hendaknya menjadi bulan untuk banyak berderma.

Menyitir firman Allah dalam surat Al Lail ayat 5-10, “Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan), dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)”.

Dari ayat itu menurut Mu’ti, barang siapa yang banyak berderma, banyak memberi dan bertaqwa serta membenarkan adanya balasan atas apa segala kebaikan yang kita lakukan, maka Allah akan memberikan kepadanya berbagai kemudahan untuk bisa meraih kebahagiaan.

Sebaliknya barang siapa yang bakhil, pelit, kikir untuk berderma di jalan Allah, dan dia tidak mau meminta pertolongan kepada Allah, kata lain sombong, takabur, dan mendustakan adanya balasan kebaikan atas perbuatan yang dilakukannya, maka Allah memudahkan baginya dengan berbagai macam kesulitan dalam kehidupannya.

Keyakinan akan adanya balasan atas perbuatan manusia dan keyakinan akan adanya hari akhir merupakan pembeda antara manusia yang beragama dan yang tidak beragama.

Manusia yang tidak beragama itu berkeyakinan bahwa hidup ini hanya ada di dunia, tidak ada kehidupan di akhirat, tidak ada kehidupan setelah mati.

Mereka berusaha untuk berfoya-foya dalam kehidupan di dunia karena merasa tidak ada konsekuensi apapun dari apa yang mereka lakukan. Sebaliknya orang-orang yang beriman, beragama berkeyakinan bahwa dunia ini tempat mencari bekal persiapan di akhirat.

Orang-orang yang mencari bekal untuk persiapan di akhirat, yang demikian itu menurut Mu’ti sebagaimana disebutkan dalam firman Allah akan diberikan kemudahan-kemudahan dalam kehidupannya. Ahli tafsir menjelaskan, baginya dibentangkan jalan yang mudah untuk mendapatkan kebahagiaan di surga.

Kenapa orang yang bertaqwa itu dimudahkan urusannya, Nabi Muhammad memberikan tuntunan barang siapa yang memudahkan urusan sesama muslim, memudahkan urusan manusia lain, maka Allah menjadikan baginya urusannya menjadi mudah.

“Kalau kita mencoba memahami makna dari ayat-ayat Al Quran, terutama kaitannya dengan puasa misalnya, Nabi bersabda, Barang siapa dia itu berpuasa, tidak makan tidak minum, tetapi tidak meniggalkan azzuur, tidak meninggalkan perkataan dosa, perkataan bohong, perbuatan jahad, maka Allah tidak menghitung sama sekali bahwa dia itu berpuasa dengan tidak makan dan tidak minum, dalam keadaan lapar dan dahaga," tutur Mu’ti.

Mu’ti menjelasan lebih lanjut tentang makna azzuur seperti disampaikan oleh Zamakhsyari dalam tafsir Al-Kasy-syaf. Ia menjelaskan 'la yashadu al-zuur' berarti menjauhi, meninggalkan perbuatan batil dan dosa (khatha).

Walaupun tidak melakukan, bergabung, menyaksikan, atau membiarkan adanya perbuatan jahat sama saja nilainya dengan mendukung terjadinya kejahatan dan dosa.

“Mudah mudahan dengan menunaikan ibadah puasa ini kita diberikan oleh Allah kelapangan hati dan kelapangan rizki untuk kita menyisihkan sebagian rizki yang kita miliki membantu sesama, membantu perjuangan di jalan Allah, mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kepada kita pertolongannya, memberikan kepada kita taufiknya, sehingga perbuatan baik yang kita lakukan merupakan investasi untuk kita menanam kebaikan tidak hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga kebahagiaan untuk kerhidupan di akhirat nanti,” pesan Mu’ti mengakhiri ceramahnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Tinjau Arus Balik Lebaran...
Tinjau Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat sampai Tujuan
Sahroni: Kinerja Korlantas...
Sahroni: Kinerja Korlantas Polri dalam Tangani Arus Mudik 2026 Keren, Meski Ada Catatan
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Rekomendasi
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved