Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tarawih Bersama Siswa di Masjid Al-Falah, Ini Pesannya
Kamis, 27 Maret 2025 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Hafidz, begitu panggilannya mengaku menyimak dan mencatat ceramah Mendikdasmen.
“Saya menyimak isi ceramah beliau dan mencatatnya di buku Jurnal kegiatan Ramadan. Setelah selesai Tarawih saya meminta tanda tangan beliau di buku Jurnal. Saya sangat senang sekali beliau tersenyum sambil menandatangani buku”, ucapnya lebih lanjut.
Sementara itu, Abdul Mu’ti mengungkapkan kegembiraannya melihat anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik ceramahnya.
“Alhamdulillah, senang sekali menandatangani catatan ceramah Ramadan di Masjid Al-Falah Benhil. Anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik” ucapnya sambil tersenyum.
Mu’ti dalam ceramah Tarawihnya mengingatkan agar Ramadan ini hendaknya menjadi bulan untuk banyak berderma.
Menyitir firman Allah dalam surat Al Lail ayat 5-10, “Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan), dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)”.
Dari ayat itu menurut Mu’ti, barang siapa yang banyak berderma, banyak memberi dan bertaqwa serta membenarkan adanya balasan atas apa segala kebaikan yang kita lakukan, maka Allah akan memberikan kepadanya berbagai kemudahan untuk bisa meraih kebahagiaan.
Sebaliknya barang siapa yang bakhil, pelit, kikir untuk berderma di jalan Allah, dan dia tidak mau meminta pertolongan kepada Allah, kata lain sombong, takabur, dan mendustakan adanya balasan kebaikan atas perbuatan yang dilakukannya, maka Allah memudahkan baginya dengan berbagai macam kesulitan dalam kehidupannya.
Keyakinan akan adanya balasan atas perbuatan manusia dan keyakinan akan adanya hari akhir merupakan pembeda antara manusia yang beragama dan yang tidak beragama.
Manusia yang tidak beragama itu berkeyakinan bahwa hidup ini hanya ada di dunia, tidak ada kehidupan di akhirat, tidak ada kehidupan setelah mati.
“Saya menyimak isi ceramah beliau dan mencatatnya di buku Jurnal kegiatan Ramadan. Setelah selesai Tarawih saya meminta tanda tangan beliau di buku Jurnal. Saya sangat senang sekali beliau tersenyum sambil menandatangani buku”, ucapnya lebih lanjut.
Sementara itu, Abdul Mu’ti mengungkapkan kegembiraannya melihat anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik ceramahnya.
“Alhamdulillah, senang sekali menandatangani catatan ceramah Ramadan di Masjid Al-Falah Benhil. Anak-anak bersemangat dan mencatat dengan baik” ucapnya sambil tersenyum.
Meninggalkan Zuur
Mu’ti dalam ceramah Tarawihnya mengingatkan agar Ramadan ini hendaknya menjadi bulan untuk banyak berderma.
Menyitir firman Allah dalam surat Al Lail ayat 5-10, “Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan), dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)”.
Dari ayat itu menurut Mu’ti, barang siapa yang banyak berderma, banyak memberi dan bertaqwa serta membenarkan adanya balasan atas apa segala kebaikan yang kita lakukan, maka Allah akan memberikan kepadanya berbagai kemudahan untuk bisa meraih kebahagiaan.
Sebaliknya barang siapa yang bakhil, pelit, kikir untuk berderma di jalan Allah, dan dia tidak mau meminta pertolongan kepada Allah, kata lain sombong, takabur, dan mendustakan adanya balasan kebaikan atas perbuatan yang dilakukannya, maka Allah memudahkan baginya dengan berbagai macam kesulitan dalam kehidupannya.
Keyakinan akan adanya balasan atas perbuatan manusia dan keyakinan akan adanya hari akhir merupakan pembeda antara manusia yang beragama dan yang tidak beragama.
Manusia yang tidak beragama itu berkeyakinan bahwa hidup ini hanya ada di dunia, tidak ada kehidupan di akhirat, tidak ada kehidupan setelah mati.
Lihat Juga :