Ramai Konten Rendang Willie Salim, CFRIST Ingatkan Perilaku Hidup di Dunia yang Terbalik
Selasa, 25 Maret 2025 - 14:53 WIB
loading...
Direktur CFIRST Arif Mirdjaja menilai tekanan pada Willie Salim untuk meminta maaf tidak masuk akal. Willie Salim ditekan minta maaf karena konten rendang 200 kg hilang saat masak di Pelataran Benteng Kuto Besak Kota Palembang. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Sedang viral di media sosial kreator konten Willie Salim dihujat sejumlah tokoh agama dan publik figur lantaran membuat konten memasak rendang 200 kilogram kemudian hilang dicuri di sebuah kota di Sumatera.
Dalam aksinya, muncul narasi bahwa willie mensetting peristiwa tersebut sehingga mendeskriditkan kelompok masyarakat ataupun perilaku warga kota tersebut. Alhasil, Willie kini resmi dilaporkan seorang bernama Muhammad Gustryan ke Polda Sumatera Selatan pada Sabtu 22 Maret 2025 lalu.
Direktur Center for Inter-Religious Studies and Traditions (CFIRST) Arif Mirdjaja menilai bahwa narasi-narasi yang menekan willie untuk meminta maaf sungguh tidak masuk akal.
Baca juga: Willie Salim Dilaporkan Warga Palembang Buntut Konten Rendang 200 Kg Hilang
"jika saya masak lalu masakan saya dijarah ramai-ramai, lalu ada kelompok mayoritas mendesak saya untuk minta maaf, seolah-olah membela para penjarah bahwa mereka direkayasa dan menyalahkan saya yang sebenarnya jadi korban," ujarnya kepada MNC Portal, Senin (25/3/2025).
Dalam aksinya, muncul narasi bahwa willie mensetting peristiwa tersebut sehingga mendeskriditkan kelompok masyarakat ataupun perilaku warga kota tersebut. Alhasil, Willie kini resmi dilaporkan seorang bernama Muhammad Gustryan ke Polda Sumatera Selatan pada Sabtu 22 Maret 2025 lalu.
Direktur Center for Inter-Religious Studies and Traditions (CFIRST) Arif Mirdjaja menilai bahwa narasi-narasi yang menekan willie untuk meminta maaf sungguh tidak masuk akal.
Baca juga: Willie Salim Dilaporkan Warga Palembang Buntut Konten Rendang 200 Kg Hilang
"jika saya masak lalu masakan saya dijarah ramai-ramai, lalu ada kelompok mayoritas mendesak saya untuk minta maaf, seolah-olah membela para penjarah bahwa mereka direkayasa dan menyalahkan saya yang sebenarnya jadi korban," ujarnya kepada MNC Portal, Senin (25/3/2025).
Lihat Juga :