ICC Tangkap Duterte, Pakar: Permasalahan Anggota ASEAN Harus Diselesaikan di Kawasan

Kamis, 20 Maret 2025 - 23:35 WIB
loading...
A A A
Pendukung setia Duterte lainnya yang tinggal di AS, Reynaldo Aralar Jr. menyebut penangkapan Duterte sebagai penculikan internasional yang dipertontonkan secara terbuka kepada dunia.

“Menurut pendapat saya, penangkapan, penahanan, dan pemindahan mantan Presiden Rodrigo R. Duterte ke tempat yang tidak diketahui, tanpa dasar hukum apa pun sama saja dengan penculikan. Semua mata sekali lagi tertuju ke Filipina dengan cara yang salah. Apa yang terjadi dengan kedaulatan Filipina? Filipina bukan lagi anggota ICC, oleh karena itu pada 17 Maret 2019 Statuta Roma tidak berlaku. ICC tidak memiliki yurisdiksi. Bagaimana ini bisa terjadi di Filipina? Tidak ada pejabat tinggi yang berbicara tentang ini,” kata Aralar.

Pendukung perempuan Duterte dari Davao dan Contra Costa Teresa Opaon-Ali mengatakan penangkapan itu adalah dendam pribadi (Presiden) Bongbong Marcos terhadap keluarga Duterte.

“Ini adalah upaya terakhir untuk menghentikan Sarah Duterte mencalonkan diri sebagai Presiden. Ini menunjukkan pengkhianatan, tidak ada kesetiaan dan rasa terima kasih setelah Duterte membantunya menang. Pertama-tama, ICC tidak memiliki kewenangan untuk menangkap karena Filipina bukan anggota ICC seperti halnya AS,” kata Opaon-Ali.

“Memalukan bagi ICC untuk menangkap Duterte. Mantan Presiden Duterte telah mencapai banyak hal dalam masa jabatannya dengan menurunkan angka kejahatan, narkoba, dan perdagangan perempuan. Apa yang dilakukan ICC hanyalah berpolitik. Ini adalah intimidasi bagi negara kecil seperti Filipina. Mereka seharusnya menangkap Putin dan Netanyahu terlebih dahulu dalam daftar mereka, tetapi karena mereka tidak berdaya untuk melakukan itu, mereka menindas negara kecil seperti negara kita.”

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved