Satupena Gagas Gerakan Penulis Besar dari Berbagai Provinsi di Indonesia
Kamis, 13 Maret 2025 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk era Artificial Intelligence (AI), Denny JA mengingatkan bahwa sastra adalah napas kehidupan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin. “Sastra lahir dari pengalaman manusia, dari perasaan yang tak bisa sepenuhnya direplikasi oleh kecerdasan buatan,” jelasnya.
Gerakan ini dikendalikan oleh pengurus Satupena, yaitu Jonminofri sebagai Ketua Harian, Satrio Arismunandar sebagai Sekjen, dan Aji Sulaeman sebagai Bendahara. Mereka berkomitmen agar Satupena tetap menjadi lembaga yang menjaga dan merayakan warisan intelektual bangsa, dari Aceh hingga Papua.
Pada akhirnya, perayaan ini bukan hanya penghormatan terhadap penulis-penulis besar yang telah tiada, tetapi juga sebagai komitmen untuk masa depan sastra Indonesia. “Seorang penulis boleh tiada, tetapi kata-katanya akan terus mengembara,” tutup Denny JA.
Gerakan ini dikendalikan oleh pengurus Satupena, yaitu Jonminofri sebagai Ketua Harian, Satrio Arismunandar sebagai Sekjen, dan Aji Sulaeman sebagai Bendahara. Mereka berkomitmen agar Satupena tetap menjadi lembaga yang menjaga dan merayakan warisan intelektual bangsa, dari Aceh hingga Papua.
Pada akhirnya, perayaan ini bukan hanya penghormatan terhadap penulis-penulis besar yang telah tiada, tetapi juga sebagai komitmen untuk masa depan sastra Indonesia. “Seorang penulis boleh tiada, tetapi kata-katanya akan terus mengembara,” tutup Denny JA.
(cip)
Lihat Juga :